DRAMA : HANTU PARTY

Ini adalah naskah drama kelompokku. Entah kesambet temennya Kyu -setan- apa, kita semua pada sepakat milih genre horor. Padahal pada penakut wkwk. Setelah ngadat sekian lama, akhirnya selesai juga. Nambahi genre humor cuman sekedar jaga-jaga kalo entar ujungnya malah gaje. Kalo ga horor sama sekali, aku ga tanggung jawab :D

Cuman sekedar share ^^ let’s check friends~

Judul                : HANTU PARTY

Genre              : Horor, humor, friendhip

Pemain            :

Parti sebagai Party (pelajar / hantu gentayangan)

Recky Muhammad sebagai Recky (pelajar)

Rayi Heristyara sebagai Rayi (pelajar)

Rezky Hadi Prasetyo sebagai Kadir (penjaga kebun sekolah) & Sebagai pak hadi (guru matematika)

Rian Dwi Erawati sebagai Era (pelajar)

Siti Zainab sebagai Inab (pelajar)

Sri Isna Wardati sebagai Isna (pelajar)

Yenny Anggraini R sebagai Yenny (pelajar/ketua kelas)

Zenito Raherdian D sebagai Zenito (pelajar / teman Recky)

Pengenalan tokoh       : 

Party  : Seorang gadis lugu yang merantau ke kota Rantau demi melanjutkan sekolah. Seorang anak yatim-piatu.

Rayi     : Seorang gadis yang mempercayai dengan hal-hal yang berbau mistik, konyol.

Era       : Seorang gadis periang yang tak mempercayai sesuatu yang berbau mistik.

Inab     : Seorang gadis pendiam yang memiliki kelebihan dibidang Six sense / indera keenam. Ia bisa merasakan sesuatu yang gaib. Namun hanya dapat melihatnya disaat tertentu, tanpa ia sadari karena six sense yang tak terasah.

Isna     : Seorang gadis penakut yang sangat takut dengan hantu.

Yenny  : Seorang ketua kelas yang memiliki kuasa atas kelas dibawah kuasa guru.

Recky  : Seorang pria nakal yang selalu membolos sekolah. Suka mabuk-mabukan dan berpenampilan tidak terawat. Menjadi korban broken home membuatnya menjadi anak yang tidak terkontrol. Patah hati setelah berpisah dengan kekasihnya membuatnya berbuat sesuatu yang fatal.

Kadir    : Seorang ptukang kebun sekolah. Seorang yang baik namun misterius.

Zenito  : Seorang pria baik-baik yang bersahabat dengan Recky. Ia orang yang selalu mensupport Recky untuk menjadi lebih baik, tanpa terpengaruh oleh Recky.

The story begins 

Kisah ini berawal saat dimana 6 orang gadis mengerjakan tugas bahasa Indonesia disekolah sepulang sekolah. Suasana sangat sepi karena semua murid telah meninggalkan sekolah. Jam menunjukan menunjukan pukul 5 sore. Tanpa terasa 3 jam lamanya sudah mereka terlarut dalam keseriusan mereka. Salah seorang dari mereka menyadari kalau matahari semakin meredup hendak kembali keperaduan. Dan ia pun memutuskan untuk mengakhiri kerja kelompok mereka.

Isna      : Haaah (menggeliat).. jam berapa sekarang ?

Era       : Emm (melihat jam).. astaga,sudah jam 5 rupanya. Tidak terasa~

Rayi     : Bagaimana jika hari ini kita akhiri sampai disini saja ? kurasa ini sudah terlalu sore.

Inab     : (menyambung kata-kata Rayi) terlalu sore untuk terus berada disekolah ini.. (nada dingin dengan raut wajah misterius)

Isna      : Oh ayolah Nab… tidak lucu jika kau mengatakan itu disaat seperti ini. Suasana seperti ini membuatku berpikiran yang macam-macam (wajah ketakutan-bergegas membereskan peralatan tulis dimeja)

Inab     : Aku tidak bercanda. Apa kau tidak tahu sejarah sekolah ini ? sekolah ini- (terpotong)

Isna      : (berteriak) INAB !! HENTIKAN ! jangan mulai lagi !

Yenny  : YA ! hentikan Nab. Kau akan membuatnya tidak bisa tidur lagi malam ini. Baiklah. Lagi pula rumah party lumayan jauh. Kasian jika nanti ia pulang terlalu malam.

Rayi     : Hem, Yenny benar. Kalau begitu ayo berbenah (membereskan alat tulis).

Party    : Tunggu! Bukankah naskah kita sudah hampir selesai ? Hanya tinggal memberi sentuhan akhir untuk endingnya. kapan kita akan latihan untuk pementasan ?.

Era       : Bagaimana jika kamis besok ? Bukankah kita bebas tugas besok ? (antusias).

Yenny  : Benar juga. Aku setuju ! bagaimana dengan kalian ? (tak kalah antusias).

Party    : Aku juga setuju.

Inab     : Aku ikut kalian saja. Kalian tahukan kalau aku ini pengangguran sejati. Kapanpun kalian membutuhkanku aku akan siap.

Rayi     : Kau Isna ? Bagaimana ?

Isna      : Ya terserah kalian sajalah. Yang penting sekarang ayo kita cepat pulang !!

Ke-6 gadis itu bersiap pergi. Berdiri di bawah sebuah pohon besar menunggu Yenny si ketua kelas mengunci kelas yang mereka gunakan tadi. Yenny dengan langkah ringannya menyusul ke-5 temannya. Mereka semua menghabiskan waktu perjalanan dengan mengobrol dan sesekali tertawa. Namun, hanya Party yang membungkam mulutnya dan seolah berkutat dengan pikirannya sendiri. Menyadari tak terdengarnya suara Party ditengah gelak tawa mereka, Era menoleh dan menyadarkan lamunan Party.

Era       : Party, kau kenapa ?

Party    : (tersentak) Hh, tidak apa-apa. Sepertinya bros-ku tertinggal dikelas. Aku akan kembali kesana (berbalik hendak kembali kekelas).

Rayi     : Ini sudah sore Party. Besokkan juga bisa.

Yenny  : Iya Party. Lagi pula bros itu tidak akan hilang jika tertinggal dikelas. Kelas sudah aku kunci.

Era       : Kau ini, seperti tidak ada hari esok saja.

Party    : Hari esok siapa yang tahu ? Aku tidak bisa teman-teman. Itu bros kesayanganku, pemberian ibu-ku.

Isna      : Party, kau tidak takut ? Hari sudah mulai gelap. Aku saja takut… (memanyunkan bibirnya dengan wajah takut)

Era       : Itu karena kau memang penakut !

Inab     : Isna benar. Berbahaya jika ia kembali kesana. Aku rasa lebih baik jika kamu tidak kembali Party.

Rayi     : Apa kau melihat sesuatu ? (bertanya kepada Inab)

Isna      : Oh Tuhaaan… bocah ini mulai kumat lagi jiwa dukunnya (menghela nafas)

Inab     : Entahlah… aku tidak dapat melihatnya dengan jelas. Tapi sepertinya aku merasakan sesuatu yang tidak enak.

Era       : Bahaya karena gelap. Bukan karena hal gaib (meremehkan)

Inab     : Bukan ! eh, entahlah. Seharusnya aku mengasah six sense ini agar aku dapat melihat segala sesuatunya dengan jelas.

Isna      : Ya sudah..cepat asah sana~nanti aku akan membawakan golok untuk mengasahnya.

Era       : Isna! Sekarang bukan waktunya untuk bercanda.

Party    : Sudahlah~ kalian pulanglah duluan. Aku akan kembali kesana sendiri.Tidak usah  cemaskan aku.

Inab & Rayi     : TIDAK BISA !

Era       : Aada apa  dengan kalian ? kenapa kalian jadi mendadak kompak seperti ini ? (bergumam)

Yenny  : Aku tidak akan memberikan kunci kelas padamu. Ini sudah jam 6 Party !

Party    : Aku bukan balita teman-teman, aku sudah 17 tahun. Aku bisa menjaga diriku sendiri.

Rayi     : Tapi-

Party    : Kalian pergilah. Aku akan baik-baik saja. Yen, mana kunci kelas ? (menadahkan tangan sambil menatap kearah Yenny dengan wajah memelas)

Yenny  : Aish..mengapa kau menatapku seperti itu? (menyerahkan kunci-dengan berat hati) Kalau begitu, kau saja besok pagi yang membukakan pintunya ya ? Jadi kau tidak perlu mengembalikannya kepadaku malam ini.

Party    : Sipp nyonya ketua !

Party memutar balik haluannya, kembali menuju kelas. Ia hendak mengambil bros kesayangannya. Teman-temannya berlalu meninggalkan Party. Namun Inab menghentikan langkahnya.

Inab     : PARTYIII~ hindarilah sesuatu yang bergerak! Sampai jumpa (melambaikan tangan)

Kata-kata inab barusan tanpa disadari merupakan sebuah pertanda kasat mata. Party dengan langkah yang sedikit memburu berpacu dengan waktu terus saja memikirkan bros-nya. Dalam hati ia berharap kalau dugaannya akan brosnya yang tertinggal dikelas itu benar adanya.

Party perlahan membuka gembok kelas. Hanya dengan sekali putaran, capit gembok itu terbuka. Sedikit memburu, ia langsung berhambur kekelas dan mulai menjelajah mencari sebuah benda kecil berwarna silver –bros- itu. Setelah kurang lebih 5 menit, ia menemukannya. Disudut kelas. Party mengguman dalam hati karena merasa heran “bagaimana bisa berada disini ? sepertinya aku tidak ada berjalan disini tadi. Ah~ yasudahlah. Yang penting sudah ketemu”.

Party menutup pintu kelas dan memasang capit gembok. Namun saat hendak menguncinya, terdengar derap langkah. Semakin lama semakin jelas terdengar. Party hanya diam tidak berani bergerak. Hingga sebuah suara membuat keberaniannya muncul untuk menoleh pada sumber suara.

Recky   : Hohoho~ lihatlah siapa sekarang yang ada dihadapanku ? Party yooo party…mari kita berpesta (dengan pengucapan yang tidak jelas-mabuk)

Party    : (ketakutan) Re-Recky (gagap).. hah~ kau membuatku terkejut. A-apa yang kau lakukan disini ?

Recky   : Aku ? Apa yang aku lakukan ? Apa ya ? Kira-kira kau tau apa yang sedangku lakukan disini ? Aku tidak tauuuu.. hahahaha…..

Party baru menyadari sesuatu, kalau Recky sedang dalam pengaruh alkohol. Ia mulai cemas. Walaupun mereka saling kenal, bagaimanapun juga orang yang sedang mabuk bisa melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. Ia memutuskan untuk bergegas.

Party    : Begitukah ? Kalau begitu aku pergi duluan. Ini sudah hampir malam. (pergi meninggalkan Recky)

Recky   : Hey hey hey~ temani aku disini,aku kesepian.Orang tua ku bahkan tidak meperdulikan aku. Wanita sialan itu juga. Ayo party~mari kita bersenang-senang (memaksa party)

Party berusaha untuk pergi namun Recky menghalanginya .Dia mendorong recky sekuat tenaga dan saat berhasil dia pun berlari keluar sekolah . Di luar sekolah Party panik karena melihat Recky yg masih mengejarnya,hingga dia menyebrang jalan dan suatu teriakan mengakhiri perjuangan Party untuk meloloskan diri.

Keesokan harinya_

Suasana kelas sudah ramai dengan kicauan murid-murid disana-sini.Tak terkecuali murid kelas XII IPA 3. Mereka berkicau karena kelasnya tidak terkunci dan berantakan.

Isna      : Astaga..kenapa kelas kita jadi berantakan seperti ini ?

Era       : Iya.. Bukannya kemarin sore kelas kita tidak seperti ini ? Lagi pula kenapa kelas kita tidak dikunci ?

Yenny  : Kemarinkan kuncinya aku titipin ke party.

Rayi     : Hey, ngomong-ngomong kemana party ?

Inab     :  Tidak tau, tidak ada kabar. Hey, apa Party ada titip surat ? (bertanya pada teman yang lain)

Zenito  : Tidak ada ,rumahku kan jauh jadi tidak mungkin dia nitip ke aku.

Yenny  : Tunggu 15 menit lagi, jika masih saja tidak ada kabar ia akan di alpa.

10 menit kemudian_

Recky mengetuk pintu keras. Wajahnya terlihat pucat. Seperti biasa pakaiannya berantakan tak terurus. Namun tidak seperti biasa, hari ini ia terlebih dahulu menuju meja guru dan menyerahkan amplop putih. Lalu Yenny datang menghampirinya dan bertanya,

Yenny : Apa itu ky?

Recky  : Eeemmm .. anu itu eee ituu ..surat…dari Party , iya iya itu benar itu surat dari Party. Kemarin dia menitipkannya padaku (gelisah)

Era      : Hah ? Party mengirimkan suratnya padamu ? ciiiyee ada yang mencurigakan nih (sambil menggoda Recky)

Recky  : H ei Era apa maksudmu dengan ada yangg mencurigakan ? (gugup)

Era      : Idih santai bro, bercanda kok  kamu serius amat ?

Yenny  : Eem iya kenapa kamu tampak gelisah ?

Recky   :  Ti-tidak, aku biasa saja.

Recky langsung bergegas meninggalkan Yenny agar tidak ditanya lagi. Setelah Recky pergi Yenny kembali duduk menghampiri teman temannya,

Rayi     : Kenapa Recky Yen ?

Yenny  : Dia mengantarkan surat Party,tapi gelagatnya kurasa aneh.

Isna      : Aneh ? Aneh apanya ?

Yenny  : Waktu kutanya tentang surat itu dia terlihat gugup ,aneh kan seperti ada sesuatu yang ia sembunyikan.

Rayi     : Benarkah ? Kalau begitu, memang sedikit aneh sih menurutku. Kenapa dia harus gugup jika tidak ada sesuatu ? Lagi pula kenapa kemarin sore Party tidak menitipkannya kekita?

Inab     : Sepertinya memang ada hal yang tidak beres. Aku merasa ada sesuatu yang ganjil dari aura Recky.

Era       : Jangan-jangan ada hubunganya dengan Party yang tiba tiba menghilang tidak ada kabarnya ?

Yenny  : Mungkin juga sih.. Nanti akan kutanyakan lebih detail tentang surat itu.

Sepulang sekolah mereka menuju rumah masing masing . Hari berganti dan malam pun tiba.

Di rumah Rayi_

Rayi sudah bersiap-siap menuju tempat tidur untuk segera berlabuh ke alam mimpi setelah seharian lelah beraktifitas. Diapun langsung terlelap setelah memejamkan matanya. Namun tiba-tiba tidurnya terganggu.

Party    : Rayyiiiiii,, Rayyyiiiiiii tooollloooong akkuuu~

Rayi     : Party ? Apa yang kamu lakukan disini ? Bagaimana kamu bisa masuk ? Apa aku lupa mengunci jendela ?

Party    : Toollooongg aku~ tooloong!

Rayi     : Hah ? Apa  maksudmu ? Kau mau minta tolong apa ?

Party    : Tolong aku , tolooong!

Rayi     : Apa maksudmu Party ?Jangan bercanda dong Party… Aku jadi takut beneran nih (mulai panik).

Lalu tiba tiba Party menghilang dari hadapan Rayi ,membuat Rayi sangat terkejut dan menjadi ketakutan. Dia pun langsung terbangun dari tidurnya.

Rayi     :*hosh hosh* (ngos-ngosan) Apa itu tadi hanya mimpi? (sambil menyeka keringat)  Astagfirullah,,aku takut sekali aku kira nyata (menghela nafas) Tapi aneh, tumben aku bermimpi  tentang Party ? Dan juga tadi dia berkata ingin minta tolong padaku. Apa maksud dari mimpiku tadi ya?

Rayi sangat bingung dengan mimpi anehnya sampai sampai dia tidak bisa tidur kembali hingga menjelang pagi ,akibatnya dia pun pergi sekolah dengan mengantuk. Dan disekolah pun dia tertidur ditengah pelajaran berlangsung sehingga dia ditertawakan oleh teman sekelasnya.

Yenny  : W ah…Rayi ketiduran!! Idih…Dia ngiler… Coba lihat teman-teman..!! (memanggil teman-teman yang lain)

Zenito  : wkwkwk (tertawa) Aku mau mefotonya ah~

Zenito pun memfoto Rayi yang sedang tertidur. Setelah mendengar suara kamera,akhirnya Rayi pun bangun.

Rayi     : Huah… Ada apa sih? Kok kalian ketawa? (sambil menghilangkan sisa-sisa liur yang ada disekitar mulutnya).

Isna      :  wkwkwk…(tertawa) Nggak papa kok. Kamu kok kelihatannya nyenyak banget nih tidurnya ?

Rayi     : Hah~(menguap) Iya nih… Tadi malam aku nggak bisa tidur.

Inab     : Emangnya tadi malam kamu kenapa kok nggak bisa tidur?

Rayi      : Tadi malam aku memimpikan Party,dia teriak minta tolong sama aku.Tapi aku nggak  tau maksudnya apa.

Inab   : Mungkin itu suatu pertanda… (ucapnya tanpa mengalihkan pandangannya dari objek pandangan awalnya).

Isna   : Maksud kamu pertanda apa? (penasaran).

Inab   : Ya… Menurut perasaan aku sih kepergian Party kali ini memang ada sesuatu yang aneh.

Era    : Ah.. Sudahlah~ Aku rasa kamu terlalu berlebihan. Mungkin besok dia akan datang ke sekolah.

Hari pun berganti,tapi Party pun tidak kunjung muncul di sekolah.Teman-temannya mulai khawatir dengan keadaan Party.Yenny pun ingin bertanya kepada Recky.

Yenny  : Sebenarnya kamu tahu Party itu pergi kemana?

Recky   : Mana aku tau… Memangnya aku emaknya?

Yenny     : Ya… Aku kan cuma nanya. Kan kemarin kamu yang dititipin surat sama Party. Memangnya waktu Party nitipin surat itu sama kamu dia ngomong apa?

Recky     : Oh…itu….eem…dia nggak ngomong apa-apa kok sama aku.Dia nitipin surat trus langsung pergi gitu aja.

Inab       : Udah gitu ajahh?

Yenny     : Bauuuuuuuuu tau!

Rayi       : Kalian tu alay banget sih…!

Era         : Masalah buat lohh?

Isna        : Ciyus??miapah?

Recky     : Apaan sih? Tunggu,aku mikir dulu deh.

Zenito: Aduh.. Kalian kok kamseupay banget sih~

Tak berapa lama bel pulang pun berbunyi dan mereka pun mengakhiri percakapan tidak jelas itu.

Keesokan harinya disekolahan, semua murid sudah duduk dibangku masing-masing menunggu bel berbunyi. Kelima sekawan asyik berkumpul sembari berbagi kisah. Namun tiba-tiba suasana berubah ketika diantara mereka merasakan sesuatu yang aneh.

Rayi       : Hmm… Aduh tiba-tiba kok aku merinding ya~

Isna        :  Iiih~ jangan nakut-nakutin aku dong Yi,  ngeri tau!

Era         : Alah sudahlah Is, jangan lebay deh. Biasa aja tuh  (masa bodoh).

Yenny     : Iya Yi, aku juga dari tadi merinding. Badan aku panas dingin. Trus kamu denger suara aneh gak?

Rayi       : Kamu juga ? Tuh kan aku ga salah.

Enab       : Aku merasa kita diawasi (sambil menatap  kosong kedepan hingga membuat teman temannya heran).

Tak berapa lama terdengar suara yg aneh *kkruuyukk~*

Rayi       : Hehe,, maaf teman-teman yang tadi itu suara perut aku. Aku kelaparan nih, ayo kita ke kantin! (semangat).

Yenny     : Ayo! Aku juga lapar nih. Ayo Era kita ke kantin!

Namun tiba-tiba seorang dari mereka mengalami kesurupan. Era, dia hanya diam dengan tatapan kosong. Wajahnya terlihat lebih pucat dari biasanya. Mengindahkan ajakan teman-temannya untuk pergi ke kantin. Merasa ada yang tidak beres, Isna pun berusaha membujuk Era.

Era         : ………(tatapan kosong).

Isna        : Era kamu kenapa ? Hei jangan nakut-nakutin dong… Ayo kita ke kantin ! (sambil menarik tangan Era).

Rayi       : Iya, ayolah Ra jangan bercanda! Tidak lucu tau !

Era         : Aku ,,,a-kuu bu-kan E-ra…!! (tatapan kosong. Suaranya terdengar seperti suara Party)

Isna        : Hei apa maksudmu ? Kalau kau bukan Era lalu siapa?

Era         : Aku adalah teman yang kalian ,yg sekarang mulai kalian lupakan (suara Party).

Bingung pun menyerang ke-4 remaja putri itu mereka heran dengan ucapan aneh yg Era katakan barusan. Namun Rayi teringat akan mimpinya beberapa hari yg lalu.

Rayi       : Party ?! (dengan nada ragu).

Isna        : Apa maksudmu dengan Party?

Era         : Iya, kau benar Rayi. Ini aku party (menatap lurus Rayi).

Enab      : Yenny ! Cepat panggil guru ! Era kesurupan ! (panik).

Yenny     : Iya iya (berlari ke ruang guru).

Tak berapa lama kemudian, Yenny datang membawa pak Hadi guru matematika mereka.

Pak Hadi : Ada apa ini ?

Enab      : Era kesurupan Pak.

Pak Hadi pun mendekat kearah Era ,namun anehnya saat pak Hadi memegang pundaknya Era terjatuh tak sadarkan diri. Semua terkejut.

Pak Hadi : Dia Cuma pingsan. Ayo bawa dia ke UKS!

Lalu merekapun membawa Era ke UKS . Tidak berapa lama Era-pun sadar dan mereka memutuskan untuk kembali belajar di kelas.

-Sepulang sekolah-

Keadaan di sekolah sudah sangat sepi hanya tinggal  beberapa anak  di ipa 3. Mereka adalah Zenito, Era,Yenny,Rayi,Enab dan Isna yg tampak masih mengerjakan tugasnya dan juga Recky yang masih belum bangun  dari tidurnya sejak pelajaran ke 6 tadi.

Yenny     : Ayo pulang! Kita kerjakan dirumah saja, aku sudah lelah.

Rayi       : Iya ayo! Aku juga sudah lapar hehe- (tertawa geli).

Isna        : Oke (senang) Era aku pinjam catatan kamu ya?

Era         : (diam tanpa kata).

Enab      : Dia mulai lagi..

Rayi       : Heii kau kenapa lagi huh ? (mulai panik).

Tiba tiba saja Era berdiri dan langsung menghampiri Recky yg masih mengumpulkan kesadaran karena baru saja terbangun dari tidurnya akibat kegaduhan dikelasnya.

Era         : RECKYY !!!  KURANG AJAR KAU!!! (teriak)

Era tiba tiba mencekik Recky. Zenito yg melihat temannya ingin dianiaya langsung mencoba melepaskan cekikan Era (Party) dileher Recky.

Recky     : Apa kau gila ?!! Kenapa tiba tiba menyumpah dan mencekikku ? Apa salahku ? Dasar gila!!

Rayi       : Dia bukan Era, Recky. Dia kerasukan arwah Party.

Mendengar nama Party disebut Recky pun sontak langsung ketakutan. Dia lari pontang-panting keluar kelas. Namun Era yg sudah kerasukan arwah Party langsung mengejarnya dan kembali mencekiknya.Teman-teman yg melihat hal itupun ikut mengejar dan memisahkan Era dari Recky. Recky ketakutan pada sikap aneh Era dan dia lemas saat Zenito berhasil melepas cekikan Era dari lehernya.

Zenito    :Hei, ada apa denganmu ? Kenapa kau lakukan ini ? Sapa kau sebenarnya? (menatap tajam Era).

Era         : Aku ? Bukankah Rayi tadi sudah mengatakannya dengan jelas? (menatap Rayi).

Zenito    : K-kau Pa-Party? (ketakutan-tak percaya).

Zenoto terkejut mendengar perkataan itu. Namun tiba tiba Era menyeringai dan langsung pingsan. Teman-temannya bergegas menolongnya.

Isna        : Era! Kau tidak apa-apa ? Sadarlah (menepuk-nepuk pipi Era).

Enab      : Ambilkan air putih! Cepat ! Ada didalam tasku!

Yenny bergegas mengambilkan air itu.

Yenny     : Ini airnya Nab (menyerahkan sebotol air mineral).

Enab lalu menuangkan air itu ke telapak tangannya dan mengusapkannya kemuka Era. Era-pun sadar dan kembali seperti biasa. Namun Recky tetap ketakutan. Dia pulang sambil berteriak histeris. Zenito yang melihatnya terdiam tak berani mengungkapkan kenyataan yang tanpa sengaja diketahuinya.

Keesokan harinya pagi-pagi sekali mereka ada dikelas tak terkecuali Recky, namun ia tetap takut untuk melihat Era. Dia tiba-tiba menangis dan menjerit membuat temannya terkejut.

Rayi       : Hei ada apa recky ?

Era         : Iya. Kenapa sih kok kamu takut melihatku ?

Yenny     : Iya kenapa kssmu seperti itu ?

Recky     : Dia, dia mengejarku (sambil meunjuk Era, berteriak frustasi)

Isna        : Dia siapa ?

Enab      : Party …

Recky keluar kelas dengan cepat. Mereka pun menatap pada Zenito yang notabenenya teman akrab Recky. Berharap mungkin dia tau sesuatu.

Zenito    : Aku tidak tau apapun.. sungguh. Coba kalian Tanyakan pak Kadir. Minggu lalu aku melihat pak kadir dan recky berbicara mengenai party (gugup)

Era         : Pak Kadir ? Oh si penjaga kebun itu ?

Zeniito   : I-iya itu

Rayi       : Apa kamu tau apa yang mereka bicarakaan?

Zenito    : Aku tidak tau apa tapi aku seperti medengar bahwa ini rahasia.

Sepulang sekolah, 5 sekawan beserta Zenito menemui pak Kadir sang penjaga kebun yang dimaksud Zenito tadi.

Yenny     : Sore pak. Maaf mengganggu. Saya ingin bertanya sesuatu dengan bapak. Apa boleh ?

Pak kadir: Oh iya ada apa neng?

Yenny     : Apa bapak tau sesuatu tentang Recky dan Party ?

Pak kadir yang mendengar itu langsung merubah raut wajahnya dan dengan gugup menjawab ,

Pak kadir: Eeeemmmm anu itu, saya tidak tau apa apa neng.

Rayi       : Jangan bohong pak. Beberapa hari yg lalu Zenito mendengar bapak berbicara dengan Recky tentang rahasia party,iyakan Zenito?

Zenito    : Iya benar. Aku mendengarnya, kalian membicarakan tentang rahasia dan itu berhubungan dengan Party.

Enab      : Ayolah pak, jujur pada kami. Apa rahasia itu ? Ini demi keselamatan Recky Pak. Entah kenapa dia beberapa hari ini merasa dihantui.

Pak kadir berfikir sejenak dan menghela nafas. Selang persekian detik setelahnya, pak Kadir akhirnya membuka suaranya.

Pak kadir: Sebenarnya Recky sudah melakukan dosa besar (menghela nafas).

Isna        : Dosa besar apa maksud bapak ? (penasaran).

Pak kadir: Dia tanpa sengaja membunuh Party. Sore itu sekitar sebulan yg lalu dia menyuruh saya untuk menggali di dekat gedung. Saya di bayar Rp.200.000 dan disuruh meninggalkannya. Waktu sayatanya untuk apa Recky tidak menjawab dan malah berkata “jangan Tanya-tanya!Iitu bukan urusan bapak.Ssudah, bapak pergi sana!”. Jadi langsung saya tinggalkan. Toh saya tidak tau kalau itu untuk kejahatan. Saya tau kalau galian itu untuk mengubur mayat setelah saya mengintipnya, itu saya lakukan karena saya penasaran jadi saya tidak jadi pulang dan mengintipnya mengubur sesuatu. Ssaya terkejut namun tak bisa berbuat apa apa. Maafkan saya (nada penyesalan-menundukkan kepalanya).

Mereka terkejut mendengar penuturan pak Kadir. Belum sempat rasa terkejut itu hilang mereka dikejutkan lagi dengan suara teriakan Recky dari dalam kelas. Merekapun bergegas menuju kelas bersama-sama, dan mereka terkejut melihat Recky yang terpojok dan Era yang mencekiknya lagi. Rupanya ia kembali karasukan arwah Party.

Recky     : Aaaaaarrrggghhh, ttooo-looonggh akkuuuh !!! (berteriak).

Zenito dan pak Kadir pun menolong Recky, berusaha melepaskan cekikan itu namun tidak bisa. Para teman Party menangis melihat bahwa kenyaataan itu benar arwah teman mereka.

Rayi       : Jangan seperti ini Party.. Kami mohon (memohon pada arwah Party).

Recky     : Ma-maaf-kan a-aaakkuuu, kumohon maafkan aku, aku bersalah padamu party. Maafkan aku karena tanpa sengaja membuatmu celaka, aku berjanji aku akan mempertanggung jawabkannya pada polisi (sambil menangis histeris penuh penyesalan)

Yenny     : Mungkin dia memang bersalah padamu,tapi itu dilakukannya tanpa sadar Party, karena dia sedang mabuk.

Isna        : Benar Party.. Tolong lepaskan Recky. Biarkan dia menebus dosanya di dunia, kami harap kau memaafkannya.

Enab      : Benar party tolonglah maafkan dia agar arwahmu tenang disisi-Nya.

Era yang tengah dirasuki arwah Party terdiam sejenak. ia menundukkan kepalanya seakan berpikir. Seakan ia berperang dengan pikirannya sendiri. Namun tak lama ia mendongokkan kepalanya dan menatap Recky tajam.

Era         : Baiklah, aku memaafkannya. Dan kau Recky, aku menuntutmu untuk menguburkan jasadku ditempat yang layak dan segera akui perbuatanmu !!

Recky     : Baiklah Party. Aku berjanji. Kumohon lepaskan aku.

Era (Party) tersenyum kecil. Terbersit kelegaan hatinya dari senyum itu. Setelah itu, Era pun melepaskan cengkraman tangannya di leher Recky. Recky terjatuh dan memegangi lehernya. Dengan nafas yang masih tersengal-sengal, ia menitikkan air mata. Menyadari segala kesalahannya. Zenito langsung menghampirinya

Era         : Terimakasih teman teman sudah mau menjadi sahabatku. Maafkan aku.. (dengan nada yang terdengar lemah).

Era terduduk lemas. Arwah Parti telah pergi meninggalkan raganya. Dengan tingkat kesadaran dibawah 50%, Era berusaha mencerna apa yang terjadi. Zenito berlari kearah Recky yang masih menunduk lemah.

Zenito    : Kamu tidak apa-apa-kan ky?

Tanpa menjawab pertanyaan Zenito, Recky yang lemas dan shock menjambak rambutnya sendiri sembari menangis histeris kemudian menceritakan semua kejadian yg pernah terjadi.

Recky     : Aku mabuk karena wanita sialan itu berselingkuh. Dan pada sore itu aku merasa Party adalah mantan kekasihku. Aku berniat berbuat tidak baik padanya karena aku marah dan dalam pengaruh alkohol saat itu.

Inab       : Lalu ? Bagaimana Party bisa meninggal ?

Recky     : Tapi dia berusaha kabur  dan aku mengejarnya. Tanpa melihat jalan dia menyeberang dan terserempet mobil. Ia menjadi korban tabrak lari. Mobil itu meninggalkan nya begitu saja. Aku yg panik langsung membawa mayatnya ke sekolah dan memanggil pak Kadir untuk membantuku menggali untuk menguburkannya (menarik nafas dalam).

Teman-teman party pun menangis histeris mendengar cerita Recky. Mereka tidak menyangka sahabat yaang mereka cari selama ini ternyata telah terbunuh oleh teman mereka sendiri.

Rayi       : Tega sekali kau melakukan hal sekeji itu. (menatap tajam Recky).

Recky     : Aku khilaf, aku setengah sadar saat itu.. (tak berani menatap mata teman-temannya).

Enab      : Lalu dimana kau menguburkannya ?

Recky     : Di dekat gedung yg belum jadi.

Era         : Pak Kadir, tolong antarkan kami kesana.

Pak kadir : Baik neng (pergi)

Merekapun menuju ke tempat itu. sesampainya disana, terlihat gundukan tanah yang sudah mulai mengeras.

Yenny     : Tolong gali Pak.

Pak Kadir pun menggali gundukan tanah tersebut dan ternyata benar, ada mayat Party di dalamnya. Merekapun menguburkan Party secara lebih layak. Samar-samar dipemakaman mereka sekilas melihat arwah Party tersenyum.

Akhirnya Recky mengakui perbuatannya pada polisi dan dia dihukum 3 tahun penjara. Namun sebelum itu dia di bawa ke panti rehab kejiwaan karena dia stress dan masih selalu merasa dihantui Party dan dosa serta perasaan bersalahnya.

Enab      : Akhirnya Party tenang ya, Alhamdulillah. (tersenyum sendu).

Rayi       : Iya,Recky pun sudah mendapat ganjaran yang setimpal atas perbuatanya.

Isna        : Oh iya kudengar pak Kadir pun ikut dihukum 1 tahun penjara karena ikut menutupi pembunuhan ini.

Yenny     : Iya benar. Sudah seharusnya dia ikut dihukum karena ia pun ikut terlibat mengubur dan merahasiakannya.

Era         : Semoga dengan kejadian ini kita bisa lebih waspadadan ingat kejahatan terjadi bukan karna ada niat pelakunya tapi juga karna ada kesempatan waspadalah waspadalah (ekspresi serius).

Yenny,Rayi,Enab,Isna : Yeee siaran berita kaliii wahahaha (tertawa).

Merekapun tertawa bersama dan akhirnya cerita ini berakhir. Namun seseorang ikut tersenyum bahagia di samping mereka. Party, ia tersenyum bahagia dan hidup dengan tenang di alamnya.

TAMAT

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s