Fanfiction – Meet you again

Tittle    : Meet you again

Author : Choi Heristyara

Genre : romance, friendship, humor (?)

Rate     : PG15

Cast     : Cho Kyuhyun, Park Heehyo

Support cast : all member super junior, Kim Eunbae, Shin Minrin, Park Sungsung

 

 

–AUTHOR POV–

 

“oppa, kau akan tetap pergi ??”

            “ne jagi.. Ini sudah menjadi keputusanku..”

            “tidak bisakah aku merubah pikirannmu ?”

            “kau selalu mengganggu pikiranku jagiya”

            “jadi kau akan benar-benar mau meninggalkanku ?”

            “aku hanya pergi sebentar jagi,, uljima..”

            “kau akan debut, pasti akan sibuk.. Dan melupakanku hiks~”

            “hanya kau.. Tidak akan ada yang lain ! Aku janji”

            “aku percaya padamu oppa…”

 

 

Pagi yang cerah di awal musim panas. Burung berkicau mengumandangkan kesyahduan suaranya. Bunga-bunga bermekaran menebarkan wangi. Pepohonan yang rindang menghiasi jalanan sekitar, menambah sejuk udara pagi yang entah mengapa hari ini terasa begitu segar. Jalanan begitu ramai, wajar saja, ini adalah hari pertama kembalinya para siswa ke sekolah setelah libur panjang.

 

Terlihat sosok yeoja berseragam sekolah lengkap melangkahkan enteng kakinya. Ia tersenyum sepanjang jalan, menikmati pikirannya sendiri. Sesekali ia mengambil ipod dari sakunya dan mengganti lagu yang ia putar. Ia membenarkan posisi earphone hitamnya yang terasa goyah ditelingannya. Ia melangkah riang memasuki korea internasional high sChool. Mengibaskan rambut pendeknya sebelum akhirnya benar-benar memasuki kihs.

 

–HEEHYO POV—

 

Sekolah ini begitu aku rindukan. Mulai dari guru, ruangan, bangku, meja tempatku berkarya -coret-coret-, dan tentunya dua evil couple : eunrin. Kami sudah tidak bertemu selama sebulan. Ini karna kami sibuk dengan kegiatan liburan masing-masing. Eunbae pergi berlibur ke jepang untuk bertemu dengan sanak saudaranya. Minrin mengunjungi haraboji dan halmoni nya di indonesia. Sungsung sibuk bekerja sana-sini. Ya ya ya,, namanya juga anak mandiri. Sedangkan aku ? Aku hanya liburan dirumah. Tanpa teman tanpa keluarga. Menyebalkan memang. Makanya aku begitu bersemangat sekolah, dari pada aku mati bosan ? Appa-ku sibuk bekerja di indonesia, eomma sebagai anae yang baik mengikuti sang nampyeon di indonesia. Aku anak tunggal.. Sungguh sepi nasipku..

Baru saja aku masuk ke kelasku -xb- aku sudah disambut evil couple itu dengan suara cempreng tapi merdu khas mereka. Aku kangen suara itu chingudeul… :-*

“Heehyo-ya …….” Teriak Eunbae dan Minrin kompak sambil lambai-lambai tangan.

“annyeong.. Huwaaaa… bogoshippeo…” teriakku tak kalah heboh dengan mereka. Kami berpelukan-loncat loncat-berputar.

“iyyaaakkh ! Hentikan ! Kalian sungguh konyol !” Sungsung mengangkat bahunya dan ber ‘iyyaakh’ ria.

“bilang saja kalau kau juga mau,, serbuuuuuuu !!” Celoteh Minrin,, langsunglah kami menyerbu tubuh krempengnya. Ia menjerit histeris karena kegelian. Haha~

Kami saling beceloteh ria melepas rindu. Lebay ? Kami memang lebay.. Biang lebay di xb. Haha~

 

Kami duduk saling berdempetan. Kami asyik mengobrol sampai akhirnya perhatianku beralih pada percakapan  dari geromboolan yeoja berada dipojok. Entah siapa mereka, sepertinya mereka asing bagiku..

“omona,, Kyu oppa… neomu kyeopta :-*” yeoja berbandana pink histeris ringan sembari menatap layar notebooknya,, sepertinya mereka sedang melihat-lihat sesuatu yang berbau Kyuhyun..

Kyuhyun ?? Super junior’s Kyuhyun ?? T_t

“kau baru tau ?? Ia memang sudah tampan sejak lahir” tambah yeoja satunya yang menggunakan jaket ungu janda.

“kau benar. He’s too perfect ^^ suaranya mampu merontokan hatiku yang tengah berbunga karenanya, tubuhnya tinggi menjulang bak tiang sutet, wajahnya sangaaaaaat tampan, orang kaya, member super junior, dan ia bisa dance lagi.. Walau tidak lincah yeobo-ku hyuk jae oppa..” Sambung si rok super mini tak mau kalah

“tapi apa benar ia berpacaran dengan victoria fx ??”

Deggg~ hatiku lemas seketika. Sama seperti si bandana pink yang raut wajahnya memburam

“hmm~ iya,, mereka sudah beberapa kali tertangkap paparazzi jalan bersama. Aku cemburu.. Hiks hiks hiks” apa ?? Kyu oppa dan victoria ? Mereka berpacaran ? L

“mereka terlihat serasi. Bahkan mereka menggunakan couple t-shirt.. Yang satu cantik yang satu tampan.. The perfect couple” …..

Victoria ?? Yeoja tinggi, putih mulus, berbody yahuuut, cantik, feminine, dan popular itu ?? Moodku langsung hancur. Aku menenggelampak wajahku di atas meja. Minrin dan Sungsung sepertinya mengerti apa yang terjadi denganku. Tapi tidak dengan Eunbae,, ia masih loading, mencerna apa yang terjadi.

 

 

“kita jadi pergi ??” Tanyaku pada 3 makhluk ajaib disampingku.

“kita mau kemana memangnya ?” Eunbae memasang wajah polosnya. Omo~ bukannya kami sudah membicarakannya tadi ? Kitakan mau membeli buku sekaligus refreshing ke toko buku ! Lemot-mu kumat Eun-ya ?!

 

“lemooooottt !!!!” Minrin menjitak jidat Eunbae.

“kau cari masalah denganku ?! Hayoo !! Lapangan disana luas !” Eunbae menyingsing lengan seragamnya-berkacak pinggang menunjuk lapangan bola yang luas.

“mereka mulai perang lagi .. Huhh~ ya sudah,, kajja” Sungsung menyeret Minrin yang sudah memasang kuda-kuda siap melempar pot bunga ke Eunbae. Sedangkan Eunbae yang siap dengan jurus seribu bayangannya –kabur- kuseret hingga kakinya oleng dan hampir jatuh.

Singkat cerita, kami pergi ke toko buku. Ini tahun ajaran baru dan kami harus mencari buku-buku pelajaran. Kamikan anak rajin ^^

Entah mengapa tidak seperti biasanya toko buku ini penuh sesak, membludak didepan pintu. Dan yang lebih anehnya lagi kenapa orang-orang yang bergerumbung disana hanya yeoja ? Mereka berteriak histeris seperti orang kesurupan. Ada apa memangnya ??

Kami berempat saling lempar pandang satu sama lain. Tampaknya mereka juga memikirkan apa yang aku pikirkan. Kamipun langsung menerobos yeoja-yeoja sarap itu. Kami tak peduli dengan apa yang mereka histeriskan. Yang kami pikirka adalah b u k u ! Sebagian yeoja memukul kepala kami “hya !! Main terobos aja !! Aku juga mau lihat tau!!” Ia memaki kami. Tanpa peduli kami terus maju. Akhirnya setelah memakai jurus muka tembok, dengan susah payah kami masuk. Tentunya setelah berhasil melobi dengan satpam dan ahjussi bertampang bringas yang berjaga didepan pintu.

“memangnya didalam ada siapa ??” Sungsung bertanya, ia melipat kedua tangannya didepan dada

“presiden ?” Minrin mulai menebak

“owaaa,, jangan jangan ada BigBang ?? Taeyang i love you i love you so much !!” Eunbae memasang wajah yadongnya berteriak gaje. Plaaakkkk !! Minrin menggeplak kepala Eunbae “didalam ada eomma-mu !! Apa kau puas ??!!!” Omelnya. Eunbae hanya terpaku mendengar ucapan Minrin.

“eomma ? Mana mungkin,, eomma-ku masih di jepang Minrin-ya !! Kau ini,, sedang mabuk ya ??” Plaakkkkkk lagi-lagi Minrin menggeplak Eunbae

Kami –aku dan Sungsung- langsung masuk meninggalkan 2 yeoja beda tapi kembar yang sarapnya terganggu itu. Diluar dugaan, bagian dalam toko buku ini sepi. Sangat sepi. Bahkan sepertinya hanya ada aku dan teman-temanku disini. Lalu apa yang mereka ributkan ?

Kami langsung menjelajah mengitari rak-rak buku yang berjajar dipenjuru ruangan ini. Kami berpencar. Entah dimana mereka sekarang.

Aku berjalan kesalah satu sudut, mencari buku sejarah korea.  Kau tau pelajaran apa yang menurutku sangat susah ?? Pelajaran sejarah korea. Ya wajar saja jika aku tidak terlalu paham –apalagi suka- sejarah korea, secara aku bukan orang korea asli, aku blasteran. Appa-ku orang korea, sedangkan eomma-ku orang indonesia. Aku pindah kekorea karna waktu itu appa ditugaskan dikorea. Tapi setelah aku betah appa malah dipindah tugaskan lagi ke indonesia. Aku lebih memilih menetap disini, karna aku sudah terlanjur sayang dengan sahabat-sahabat gila-ku ini ..

Aku mengambil beberapa buku, memilih menimang dan menimbang yang mana yang akan ku beli. Jika kau membeli semua, bisa bangkrut aku. Aku bisa saja minta pada appa, tapi aku malas. Nanti appa banyak tanya dan itu akan membuatku pusing. Cukup dengan jatah bulanan yang aku terima saja.

Aku berbalik dan .. Bruuaaakkkk~ buku setumpuk yang ingin aku pilah bertebaran dilantai. Aku bertabrakan dengan seseorang. Aku mendengus kesal. Segel pada buku itu rusak semua, dan kau tau apa itu artinya ?? Aku harus membeli buku-buku itu semuanya !!

“ya !! Apa kau buta ?? Lihat !! Bukunya jadi berantakan !!” Aku membentaknya nyaring. Mataku masih tertuju pada calon buku-ku yang berceceran dilantai. Ia menunduk memunguti buku itu satu persatu.

“jeosonghamnida, aku tidak sengaja” katanya. Namja ini terlihat aneh. Ia berpakaian super lebay. Jaket hitam, kacamata hitam, selendang sutra (?), masker dan topi yang menutupi hampir setengah matanya. Suaranya serasa tidak asing ditelingaku. Ini sudah musim panas, untuk apa berpakaian seperti itu ?

Ia berdiri dan memberikan tumpukan buku itu padaku. Dengan wajah yang berlipat-lipat seperti perut ahjumma-ahjumma yang sudah 5x melahirkan gorila aku menerimanya.

“lain kali kau lihat-lihat ! Ini tempat umum, bukan kandangmu yang bisa dengan seenaknya kau kesana-kemari ! Kau tau berapa kerugianku ?? Aku bangkrut!!! Yasudahlah” omelku pada namja misterius itu. Bukannya meminta maaf lagi, ia malah memandangku dari balik kacamata hitamnya. Aku tidak bisa melihat mata itu, tapi aku tau ia sedang menatapku. Ada apa dengannya ?? Apa jangan-jangan dia…..?

“kau .. ?”  Ia mengangkat tangannya mengelus puncak kepalaku. Hey ! Aku benci diperlakukan seperti ini ! Kau pikir aku anak kucing ?

“ya ya ya !! Apa yang kau lakukan ?! Kau maniak ya ??” Kataku sembari menepis tangan mesumnya dari puncak kepalaku

“Hyo-ah …” ia menyebut namaku dengan fasih. Darimana ia tau namaku ??

“siapa kau ? Sok kenal sekali denganku ! Dasar maniak !!” Aku memalingkan wajahku.

Namja itu semakin mendekatiku. Tangannya mengambang diudara, seperti ingin menyentuhku. Aku mundur berlahan. Aku takut… ia benar-benar aneh

“ya, apa yang ingin kau lakukan ?? Mundur !!” Teriakku. Ia tak menghiraukan perkataankuu. Ia terus mendekatiku. Dan yang lebih membuatku terkejut, ia melepas selendang sutra(?)Nya perlahan tapi pasti dengan gaya seksi,, omo~

Aku yang sudah ketakutan setengah mati, kabur kebirit-birit sebelum ia habis membuka kain yang menutupi tubuhnya.. “m a n i a a a a a a a a a a a a a a a a a k k k k k k !!!!!!!!!!!!” Teriakku.

Aku langsung membayar semua buku yang rusak karna yadong namja tadi dan kabur. Terlihat ia berusaha mengejarku. Namun langkahnya terhenti didekat pintu. Ia berhenti mengejarku. Dan alhasil aku meninggalkan teman-temanku disana. Ya sudahlah, nantikan bisa ku sms…

 

–KYUHYUN POV—

 

Jadwal semakin hari semakin padat saja. Tidak ada waktu untuk bersenang-senang menikmati masa  muda, bahkan untuk istirahatpun waktunya sangat minim. Aku tidak mau jadi seperti teukie hyung, menua didorm karna terbelenggu dengan kesibukan super junior dan merawat dongsaeng-dongsaengnya yang rata-rata mengidap ke-abnormalan, kecuali aku ^^. Atau menjadi setres seperti yesung hyung yang sampai-sampai bicara sendiri dengan kura-kura bisu itu, siapa itu namanya,, dd .. Dd.. Ddadang ?? Ddakon ? Ddandkoma ?? Entahlah

Hari ini kebetulan schedule-ku sedang kosong. I’m free.. Aku memutuskan untuk pergi jalan-jalan.. Aku menggunakan seragam penyamaranku. Padahal ini musim panas, memakai perlengkapan seperti ini sama saja aku bunuh diri. Tapi apa boleh buat ? Ingat kata sungmin hyung “jika kau cinta aku(?) Dan nyawamu kenakan perlengkapan penyamaran jika kau ingin keluar !! Nanti jika kau pulang tidak selamat, siapa yang akan ku nina bobokan ??”

Melihat aku yang berpenampilan seperti ini, semua member yang tersisa didorm memadangku.

“kau mau kemana Kyunie ??” Sungmin hyung yang sedang asyik menonto tivi bersama teuki hyung dan donghae hyung itu bertanya padaku.

“aku mau jalan-jalan…” jawabku datar

“jalan kemana ?” Kini Heechul hyung nongol tiba-tiba dari kamar bersama heebum-nya

“aku ingin ketoko buku..” Jawabku

“lagi ?? Huhh~ berhenti nostalgia seorang diri disana. Temui saja dia langsung.. Daripada kau menderita batin” kini Donghae hyung berceloteh dengan matanya yang masih menatap layar tivi

“kau gila Donghae-ya ? Ia pasti sudah tidak mau bertemu denganku lagi..” Aku memasang sepatuku

“mwo ? Kau panggil aku apa tadi ?? Kau ingin mati ditanganku magnae kurang ajar kurang pendidikan kurang makan ??” Donghae hyung menatapku tajam. Aku pura-pura tidak lihat

“Kyu-ah………. Aku ikuuuuuuttt !!!” Wookie berlari dari dapur, melepas-melempar celemeknya kewajah Heechul hyung yang kebetulan lewat

“kurang asem !! Kya !!” Heechul hyung membanting celemek itu “siapa yang main lempar ga liat-liat tempat ?? Kena cinderella neh.. “ Heechul hyung manyun dan langsung mendapat pertolongan pertama dari Teukie hyung “gwenchana ??” Tanya Teukie hyung cemas sambil memegang kedua pipi Teechul hyung. “ne.. Gwechana.. Sepertiya aku harus maskeran lagi.. Lihat !  Ada wortel yang menempel di hidungku Teukie..” Heechul hyung bermanja-manja dengan Teukie hyung. Sungguh menjijikan.

“mianhaeyo hyung.. Aku tidak sengaja !!” Wookie memamerkan puppy eyes nya. Heechul hyung hanya ngangguh-ngangguk meng’iya’kan

“aku mau ketoko buku wookie.. Untuk apa kau ikut ??” Tanyaku geram. Aku sedang ingin sendiri. Kenapa ia ingin ikut ?

“aku ingin membeli buku resep baru.. Yang kemarin sudah selesai aku praktikkan.. Kau tidak ingin memakan makanan species baru Kyu-ah ??” Sahut wookie yang malah balik tanya padaku. Ia juga memasang sepatunya disampingku.

“ye ye,, asal jangan benda hijau saja” kataku

“kau tidak ingin bisul-bisul itu hilang Kyu ??” Tanyanya sembari menunjuk wajahku. Mwo ? Bisul ? Apa yang kau maksud dengan bisul wookie-ya ??

“ini jerawat !! Bukan bisul !!” Jawabku emosi dengan penuh penekanan disetiap baitnya

“oo.. Ku pikir kutil.. Kajja “ ia langsung berlari meninggalkanku. Dasar !! Eternal magnae tidak tau diri !!

Kami lari terburu-buru menuju toko buku. Ternyata bayak elf yang mengenali kami dan mereka semua mengejar kami. Melihat wajah mereka yang sepertinya ingin memangsa kami, kami pun lari tak bersahabat. Tong sampah, jemuran, orang, kucing kami tabrak tanpa permisi.

“Kyuuuuu oppaaaaaaa….”

“wookiiiiieee oppaaaaaa…”

“saranghaaaaaeeee… saranghaaaaeeee…”

Mereka berteriak teriak tanpa henti..

Wookie terlihat ngosngosan,, wajahnya memucat.. Sepertinya ia ingin pingsan ..

“wookie-yahhh .. Hhh .. ,, jangan hh pingsan hh sekarang.. Hh…hhhhh….hhhh…” kataku dengan susah payah

“ne hh.. Kyu hh –ah hh.. Tapi hh aku sudah hhh tidak hhh kuat hhh lagi hh.h..h..h..hhh…” wookie tak kalah ngosngosan.

Taklama kami tiba.. Untung aku sudah sering dan menjadi langganan disini, bahkan jauh sebelum aku debut. Mereka memberikan fasilitas penjagaan pada kami.

Alhasil, ELF-ELF brutal tadi tertahan di depan pintu.

Woookie sudah hilang entah kemana, berkeliaran memburu buruannya-buku resep-. Sedangkan aku ? Aku berkutat diantara buku-buku sejarah korea. Disinilah dulu aku dan dia sering menghabiskan waktu bersama. Ex-yeojachingu-ku itu memang agak bodoh di bidang sejarah Korea. Sampai-sampai ia memintaku untuk menjadi guru prifatenya.

Setiap kali ada free shechule, tempat yang akan aku kunjungi adalah toko buku ini. Karna hanya disinilah aku bisa merasakan keberadaannya yang sungguh aku rindukan. Senyumnya, tawanya, tingkah bodohnya, omelan-omelannya, celotehnya, ekspresi wajahnya aku merindukan semua itu. Bahkan sikutan mautnya yang biasa ia persembahkan untuk perutku pun aku ridukan. Tapi apa ia merindukanku juga ? Aku rasa tidak.. Aku terlalu bodoh untuk ia rindukan.. Kurasa kini ia sangat membenciku..

 

“jagiya.. Aku ingin bicara”

            “ne oppa,, ada apa ?? Bagaimana trinee-mu ? Apa semuanya lancar ?”

            “semuanya baik-baik saja.. Aku senang dengan semua ini..”

            “syukurlah.. Aku takut kau tidak betah. Sudah lama sekali kita tidak bertemu.. 2 bulan ?? Huwaaa rasanya bagai ditiggal tabung oksigenku selama 200tahun lamanya, aku merindukanmu oppa…”

            “apapun demi menyanyi itu nyaman dan menyenangkan bagiku”

            “kau kenapa oppa ?? Kenapa kau dingin sekali denganku ?”

            “Heehyo, aku ingin kita putus..”

            “kau bercanda oppa ? Haha”

            “aku serius”

            “nde?…”

            “kita putus ..”

            “oppa…”

            “…”

            “wae ?? T_t”

            “…”

 

Ekspresi itu terus menghantuiku selama 5tahun terakhir, tepatnya semenjak hari itu. Airmatanya yang mengalir itu, ingin sekali aku menghapusya dengan jariku. Isakan itu, ingin aku bungkam dengan bibirku. Tubuh yang rapuh itu ingin aku topang dengan pelukanku. Tapi, mianhae.. Waktu itu aku terlalu bodoh.. Lebih memikirkan debutku dari pada kau yeoja yang aku cintai. Aku terlalu bodoh karna teleh melepasmu. Aku terlalu bodoh hingga membuat mu sakit.. Aku menyesal.. Sangat meyesal..

 

            ~super junior’s Kyuhyun tampak tengah jalan bersama fx’s victoria. Mereka tertangkap kamera sedang makan bersama. Dalam kesempatan itu, mereka terlihat sangat akrab, bahkan mesra. Ada apa sebenarnya antara mereka berdua ? Benarkah kalau rumour selama ini yang mengatakan bahwa mereka terlah menjalin sebuah hubungan itu benar ?? Hingga saat ini belum ada konfirmasi dari pihak management. Saat ingin diwawancarai mereka kompak bungkam. Bla bla bla..~

 

Piipppp bleebbb~

Aku mematikan tivi di meja kasir. Namun tampaknya sang kasir merasa terganggu dengan yang aku lakukan. Ia merah remot tivi dan menyalakannya lagi.

“mianhae Kyuhyyun-ssi,, aku sedang ingin menonton gossip”

“ah, ne ne.. S i l a h k a n !!”  Aku melanjutan tour-ku..

Wartawan saat ini, senang sekali melebih-lebihkan berita. Aku dan victoria noona kan hanya sebatas hubungan antara dongsaeng-noona. Kasian noona, pasti ia dapat masalah baru lagi dengan namjachingu-nya. Kemarin saja aku sudah merasa tidak enak dengan nickhun hyung. Ia terlihat sangat cemburu saat melihatku dengan victoria noona. Tapi itu salahnya sendiri, mengapa tidak ia publikasikan saja hubungannya dengan noona. Ia selalu beralasan “kami sudah terlanjur terikat kontrak” huhh~ aku juga begitu.. Kontrak !!

Apakah Heehyo juga cemburu ??

Aku bejalan dan tanpa sengaja bruuaaakkkk~ aku menabrak seeorang. Bukunya jatuh berhamburan dilantai. Aku menunduk dan membantu membereskan buku-bukunya satu persatu.

“ya !! Apa kau buta ?? Lihat !! Bukunya jadi berantakan !!” Yeoja itu membentakku nyaring.

“jeosonghamnida, aku tidak sengaja” aku meminta maaf padanya. Tapi ia malah diam. Pasti ia aneh melihat penampilanku saat ini. Aku masih menunduk membereskan buku-bukunya tidak memandangnya

Aku berdiri dan memberikan setumpuk buku ini padanya. Dengan wajah yang berlipat-lipat seperti perut ahjumma-ahjumma yang sudah 5x melahirkan gorila ia menerimanya.

Aku menatap wajahnya.. Wajah itu.. Wajah yang sungguh familiar dimataku.. Wajah yeoja ini..

“lain kali kau lihat-lihat ! Ini tempat umum, bukan kandangmu yang bisa dengan seenaknya kau kesana-kemari ! Kau tau berapa kerugianku ?? Aku bangkrut !! Yasudahlah” omelan ini, omelan yang selalu aku rindukan. Aku menatapnya dalam. Ia memandangku aneh. Apa kau sudah tak mengenalku lagi ??

“kau .. ?” Tanpa sadar aku mengangkat tanganku – mengelus puncak kepalanya. Ia mmenghindar. Padahal dulu ia tak pernah menolak jika kuelus-elus kepalanya

“ya ya ya !! Apa yang kau lakukan ?! Kau maniak ya ??” Ia menghempas tanganku. Maniak ? Haha ingin sekali aku tertawa dihadapannya. Tapi tidak lucukan kalau dimoment seperti ini aku tertawa ?  Merusak suasana saja

“Hyo-ah …” mulut ini bergetar menyebut namanya. Sebelah alisnya naik mengatakan –k-a-u t-a-u d-a-r-i m-a-n-a n-a-m-a-k-u-?

“siapa kau ? Sok kenal sekali denganku ! Dasar maniak !!” Ia memalingkan wajahnya.

Aku semakin mendekatinya. Tanganku mengambang diudara, ingin menyentuhnya. Ia mundur berlahan. Wajahnya memucat. Omo~ kau kenapa Heehyo-ku ?? Sebegitu menakutnyakah diriku ? Sungguhkah kau tidak mengenali namja-mu ini ??

“ya, apa yang ingin kau lakukan ?? Mundur !!” Ia berteriak ketakutan. Aku tak menghiraukan perkataannya. Aku terus mendekatinya. Aku melepas kain yang mencekekku sedari tadi. Jika kau terus begini, terpaksa aku membuka penyamaranku.. Ia terlihat shock

Dan kau tau apa yang ia lakukan ? Ia lari ketakutan dan meriakiku “m a n i a a a a a a a a a a a a a a a a a k k k k k k !!!!!!!!!!!!” Sontak seisi toko melihat ke arahku.

“Kyu Kyu Kyu Kyu Kyu … ada apa  ??” Wookie datang dan membuyarkan lamunanku

“itu … Heehyo .. Wookie ..” Jawabku lirih

“kau tidak mengejarnya ?? Palli !!” Ia menggeplak kepalaku dan itu benar-benar membuatku sadar –apa yang aku lakukan ?-. Aku mengejarnya. Ia terlihat sedang membayar bukunya lalu kabur lagi. Aku tak bisa mengejarnya lebih jauh karna para elf sudah menanti untuk menikmatiku jika aku keluar sekarang..

“dia pergi wookie-ya..” Wookie memelukku, menepuk bahuku memberikan semangat

“ini sudah waktunya kau memperbaiki hubungan kalian” wookie melepas pelukannya.

“tapi.. Ia..” Aku sudah tidak sanggup lagi berkata-kata. Lidahku masih terasa ngilu.

“kurasa ia masih mencintaimu.. Ia akan mengerti tentang keputusanmu 5 tahun yang lalu” wookie begitu dewasa disaat-saat seperti ini.. Aku jadi semakin terharu dibuatnya..

Setelah itu, aku dan wookie memutuskan untuk pulang. Setelah para elf menghilang tentunya.. Pikiranku masih mengingat kejadian tadi. Aku baru sadar sekarang, kalau aku benar-benar menyesal melepas dan membuatnya hancur,, aku merindukannya..

Kami sudah tiba, wookie langsung turun. “pergilah, jangan sampai kau menyesal lagi..”. Kata-katanya itu membuatku berpikir –aku harus menemui Heehyo-. Tanpa ba bi bu aku tancap gas. Aku memang tidak ahli mengemudi, tapi jika dalam keadaan darurat seperti ini entah mengapa aku jadi ahli ??

Aku mengetuk pintunya. Namun tidak ada jawaban. Apa ia belum pulang ?? Aku memutuskan untuk menunggunya..

Sejam…

2jam…

2 setengah jam…

Setelah menunggu 2 setengah jam, setelah pantatku menipis, dan setelah aku menjadi krempeng seperti ini terlihatlah sosok yeoja tengah berjalan dengan buku yang setumpuk. Wajahnya meringis. Sepertinya keberatan. Aku berdiri. Ia masih tidah memperhatikanku karna masih fokus dengan buku sejarah koreanya.

“Heehyo-ah …” aku memanggil namanya pelan. Ia terkejut. . .

“eh? Ada orang ? Kau ingin bertamu ? Ah mian, ini sudah terlalu larut ahjussi” ia masih belum menyadari kehadiranku. Mungkin karna ia tidak menggunakan kacamata, lagi pula buku-buku itu juga menghalangi matanya

“biar aku bantu..” Kataku sambil membantunya mengangkat buku yang tenyata sungguh berat. astaga~ i n i  b e r a t  s e k a l i

“hey! Apa yang kau laku……kan” ucapnya kian menipis hingga aku tak dapat mendengar kata ter akhirnya. Raut wajahnya langsung berubah drastis. Aku tidak bisa berbohong lagi Heehyo-ah, kalau aku benar-benar merindukanmu.

Ia mundur selangkah. Matanya tak lepas memandangku.  Namun ini bukan pandangan yang aku harapkan. Aku mencium aroma yang tidak enak dari caranya memandang..

“Heehyo.. Aku..” Kata-kataku terputus ketika bibir mulus itu terbuka

“untuk apa kau kesini ? Sepertinya kau sesat..” Ucapnya datar

“ani.. Aku tidak sesat. Aku yakin aku tidak sesat. Lama tidak bertemu..” Aku meletakan buku-buku itu di atas meja dipekarangannya. Lalu berlahan aku mendekatinya. Namun ia semakin mundur sesuai dengan iramaku melangkah.

“wae ? Kenapa kau … mundur ?” Ucapku lirih. Bagaimana tidak, tubuh yang dulu ku miliki kini seperti enggan mendekat denganku

“mianhamnida.. Tapi aku takut..” Jawabnya polos

“takut ? Aku Kyuhyun, Cho Kyuhyun… apa yang kau takutkan ?” Aku menghentikan langkahku. Ia juga berhenti. Ia diam sejenak. Lalu memandangiku dengan tatapan yang asing bagiku

“aku takut karna kau Kyuhyun-ssi,, karena kau seorang Cho Kyuhyun, Super Junior’s magnae… aku takut jika ada yang melihat. Aku takut jika ada elf dan Sparkyu melihat kau denganku… aku tidak ingin image-mu rusak jika terlihat bersamaku.. Pergilah..” Katanya dengan nada bergetar.

Astaga,, kata-kata itu.. Seperti menghujam jantungku, begitu menohok rasanya. Sebegitunya kah kau menganggapku Heehyo ?? Bukankah dulu kita tak terpisahkan ? Sekarang ? Kudekatipun kau menghindar.. Apakah karna sekarang aku seorang artis kau jadi menjauhiku seperti ini ?…

“image ? Image apa ? Kenapa kau menghindariku ?” Kulihat ia kembali menunduk.. Seakan tak kuat untuk melihat wajahku

“kau kini siapa ? Kau bukan seperti yang dulu. Aku harus tau posisimu sekarang.. Sudahlah~ ini sudah terlalu malam untuk bertamu” dia berjalan ke arahku. Lebih tepatnya ke arah pintu yang sedari tadi ku punggungi. Aku menahan lengannya erat. Ia terlihat kaget

“kau berubah …” ucapku datar. Ia berusaha melepas cengkramanku, namun aku bersikeras menahannya.

“aku ? Ani.. Aku sama yang seperti dulu.. Aku tidak berubah sedikitpun” jawabnya. Matanya sedari tadi hanya menatap pintu, tidak memandangku.

Hatiku sungguh sakit melihat ini semua. Yeoja yang aku rindukan bersikap begitu dingin. Tidak taukah betapa gilanya aku dibuatnya karna merindukannya ?

Selama ini ia tak pernah hilang dari benakku. Semua yang aku lakukan selalu mengingatkanku padanya.

Tapi, ia sekarang malah menganggapku orang lain. Orang luar yang begitu asing baginya.

Kau tau apa yang aku rasakan Heehyo ?? Seperti kau menguburku hidup-hidup di tumpukan sayuran hijau !!

“kau bahkan tidak memanggilku oppa lagi..” Kini ia menatapku.

“aku tidak terbiasa memanggil oppa pada orang yang asing bagiku Kyu-ssi” dengan mudahnya ia mengucapkan itu. Rasanya seperti aku dilindas Shindong hyun,, sakit..

“kau.. Mengapa kau seperti ini padaku ?? Kau tau berapa lama aku menunggu untuk mengumpulkan keberanian ini ?? Keberanian untuk menemuimu ? Setelah batinku tersiksa selama 5tahun dan akhirnya bisa bertemu denganmu, beginikah kau memperlakukanku ? Asing ? Apa aku orang asing bagimu ? Kau..”

“hentikan !! Berhenti membual!! 5tahun cukup membuatku asing akanmu” ia lepaskan cengkramanku. Matanya mulai berkaca-kaca..

 

–AUTHOR POV—

 

Kyuhyun kembali menarik tangan Heehyo, kini pergelangan tangannyalah sasaran Kyuhyun. Kyuhyun menarik Heehyo kedalam pelukannya. Heehyo untuk sejenak terhanyut dalam dekapan Kyuhyun. Namun 3 detik berselang, Heehyo tersadar. Ia berusaha melepaskan diri. Namun Kyuhyun semakin mengeratkan pelukannya.

“lepaskan aku” Heehyo berusaha memberontak. Tangannya mendorong tubuh Kyuhyun. Namun Kyuhyun tetap tidak melepaskannya.

“ku mohon.. Tetaplah seperti ini…” kata Kyuhyun lirih.

“kau pikir kau siapa huh ?? Lepaskan !!” Kini Heehyo sedikit berteriak. Kyuhyun melepaskannya. Menyentuh pipi Heehyo dengan kedua telapak tangannya. Menatap Heehyo dalam

“aku ? Aku Cho Kyuhyun. Namja-nya Park Heehyo !!” Kata Kyuhyun datar. Heehyo menepis tangan KyuHyun. Menatapnya tak kalah dalam

“haha.. Setidaknya itu 5tahun yang lalu Kyu-ssi.. Apa kau lupa ? Kau telah membuangku.. Apa kau pantas berkata seperti itu ??” Kini Heehyo membuang mukanya. Mengalihkan pandangannya. Kerna kini kristal-kristal bening terasa menumpuk di sela matanya

“aku tau kau marah karena kejadian waktu itu.. Jeongmal mianhae.. Tapi, tidak ada yang membuangmu Hyo-ah” Kyu menggenggam kedua tangan Heehyo erat. Heehyo hanya diam.

“aku tau, aku terlalu bodoh karna telah melepasmu dan memilih untuk debut. Aku tau ini semua telah membuatmu terluka.. Aku sungguh menyesal..” Tambah Kyuhyun

Heehyo melepas genggaman Kyuhyun, “kau tidak usah menyesal, kau telah mengambil keputusan yang tepat. Menyanyi jauh lebih penting..”

“bukan begitu Hyo-ah..”

“sudahlah.. Moodku sangat buruk hari ini. Pulanglah… nanti hyungdeul-mu cemas..” Heehyo pergi meninggalkan Kyuhyun yang masih membatu. Namun saat Heehyo ingin menutup pintunya, kaki Kyuhyun dengan sigap menahannya.

“bisakah kita…” belum sempat Kyuhyun menyelesaikan kata-katanya Heehyo menjawab seakan bisa membaca apa yang akan Kyuhyun katakan

“tidak! Jangan temui aku lagi. Jika kita bertemu, anggap saja tak mengenalku aatau bahkan tidak melihatku, anggap aku transparan.. Araseo?!” Ucap Heehyo ringan.

Kyuhyun tiba-tiba masuk menerobos Heehyo yang masih terdiam didepan pintu. Kyuhyun dengan santainya duduk di sofa diruang tengah. Heehyo shock setengah mati melihat kelakuan Kyuhyun yang begitu seenaknya. Ia mengikuti masuk dan mendapati Kyuhyun tengah duduk releks.

“apa yang kau lakukan ??! Pergi !!” Heehyo berteriak kesal. Namun Kyuhyun tidak memperdulikannya

“apa maumu huh ??” Heehyo menarik-narik tangan Kyu berusaha menyeretnya. Namun secara tiba-tiba dalam sekali hentakan Kyu Heehyo jatuh kedekapannya.

“aku mau kau…” desah Kyuhyun tepat didepan telinga Heehyo

“a..a..apa yang k..kau laku..kan ?! Menjauh dariiku !!!!”

“kau berdebar jagi ??” Kyuhyun menggoda Heehyo

“aa..aa.a..ani !!” Sahut Heehyo gelagapan

“aku berdebar” Kyuhyun semakin mendekatkan bibirnya ke leher Heehyo

“kau tau betapa aku merindukanmu ? Aku sangat merindukanmu hyo-ah”

“5tahun hidupku hampa tanpamu.. 5tahun pula kau selalu menghantuiku.. Tidakkah itu begitu menyiksaku hyo-ah ??” Kyuhyun terus berbisik yang lebih mirip dengan desahan. Membuat bulukuduk Heehyo merinding.

“aku sangat merindukanmu Park Heehyo.. Saranghae..”

Heehyo berdiri setelah susah payah meloloskan diri dari surga dunia (?) . Ia menitikan airmata. Kyuhyun yang melihatnya terkejut dan berusahan menghapus butiran-butiran itu, namun lagi-lagi ditepis kasar oleh Heehyo

“kau kenapa ?” Tanya Kyuhhyun ragu

“aku kenapa ? Kau yang kenapa !! Kenapa kau tiba-tiba datang ? Kenapa kau tiba-tiba bersikap seperti ini ? Kenapa kau membuat perasaanku naik-turun mondar-mandir maju-mundur tak jelas ? Setelah kau pergi mencampakkanku, meninggalkanku dengan perih ini, kau kembali seolah-olah tidak pernah terjadi apapun antara kita. Kau anggap aku apa oppa ? Aku bukan boneka, aku Park Heehyo manusia biasa yang mempunyai hati dan perasaan. Yang bisa sakit dan menangis. Kau tak tau apa yang aku rasakan .. Kau tidak tau bagaimana hidupku tanpamu .. Kau terlalu egois.. Lebih baik jika kau tidak pernah kembali ke kehidupanku !” Heehyo menangis. Kyuhyun memeluk Heehyo berusaha menenangkan yeoja itu. Heehyo menangis sedi-jadinya dalam dekapan Kyuhyun. Membuat baju Kyuhyun berlumur airmatanya

“mianhae.. Jeongmal mianhae.. Aku terlalu bodoh saat itu.. Aku terlalu egois berpikir bahwa kau kelak akan megerti akan inginku. Aku terlalu egois hanya memikirkan keinginanku. Tanpa memikirkan perasaanmu. Aku tau penyesalan selalu datang diakhir.. Aku sungguh menyesal Heehyo…” Kyuhyun membenamkan kepalanya dibahu Heehyo, mempererat dekapannya. Tanpa sadar Kyuhyun menitikkan airmatanya

“harusnya aku tak menanggapi persyaratan dari sment waktu itu, tidak seharunya aku melepasmu demi hal konyol seperti itu”

“aku ingin memutar waktu dan mengembalikannya seperti dulu, seperti saat kau disampingku..” Tambah Kyuhyun

“mianhae  hyo-ah..”

“hiks..” Isakan heeyo terdengar semakin mejadi

“jangan pernah kau kabur lagi dariku Park Heehyo .. “

 

 

“oppa, benarkah kau sedang berpacaran dengan victoria ?”

“kau mulai debut menjadi wartawan infotainment huh ?”

“aku hanya bertanya..”

“jangan percaya.. Itu hanya gossip”

“tapi..”

“ia hanya noonaku hyo-ah”

“ummhh…”

“wae ? Kau cemburu ? Ahaha”

“ani.. Untuk apa aku cemburu ?”

“jinjja ? Padahal aku berharap kau cemburu..”

“tidak akan…”

“kau tau oppa, aku pernah bertemu dengan namja yang mencurigakan”

“jinjja ? Siapa orang itu”

“molla,, ia sangat misterius oppa.. Seperti teroris yang ingin jihat bom bunuh diri”

“jangan-jangan ia anak buah nurdin m.top ?”

“benarkah ? Bisa jadi..  Tapi dari mana ia tau namaku ? Apakah aku sebegitu terkenalnya ?”

“molla.. Kau terkenal dihatiku jagi ^^”

“aaiist~ tapi ia aneh, sungguh aneh. Ia seperti mengenalku akrab. Mengelus kepalaku..”

“mwo ?? Berani sekali dia menyentuh milik pribadi Kyuhyun ?! Apa ia bosan hidup ? Kapan kejadiannya ?”

“3hari yang lalu.. “

“seperti apa ciri-cirinya ?”

“tinggi… sepertimu, ee, putih..sepertimu, kurus..sekurus oppa, dan aneh..seaneh kau oppa..”

 

Chu~

 

“berani sekali kau mengataiku aneh.. Rasakan! Itu hukumannya ! Ahaha”

“ya ya ya mesum !! A.. Aku baru ingat, ia juga mesum sepertimu !!”

Chu~ chu~

“masih tidak mau diam ? ^^”

“-.- (^^) aku diam”

“anak pintar.. Padahal aku berharap kau teru mengoceh.. Hehe .. Memangnya kau bertemu dimana ?”

“ditoko buku”

“eh? Hari itu aku juga ditoko buku”

“jinjja ? Mengapa aku tak melihatmu oppa ?”

“mana mungkin kau tidak melihat, elf dan sParkyu sudah penuh mengurung kami didepan pintu”

“oo.. Jadi waktu itu karna ada kau.. Aku pikir karna ada pertunjukan topeng monyet”

Chu~ chu~ chu~

“hyaaaa!!!!! Oppa !!!!!!!!!!!!”

“haha.. Mau lagi ?? Bicara denganmu membuat bibirku kering saja jagi :-* “

“huh !!”

“eee oia, disana tempat aku pertama kali aku bertemu denganmu lagi hyo-ah”

“kapan ? Kitakan pertama kali bertemu lagi di depan rumahku”

“ani, ditoko buku.. Waktu itu kau tidak mengenaliku karna aku menyamar”

“menyamar ??”

“ne”

“jaket hitam ? Kacamata hitam ? Selendang sutra(?) ? Topi hitam ?”

“ye, kau sudah ingat ? Waktu itu kau kabur. Apa karna kau ketakutan melihat wajah tampanku ? Gkgk”

“mwo ? Jadi yang aku maksud namja mesum misterius sok kenal itu kau oppa ??”

“eh ? Nde ?”

 

End

 

 

Fanfic ini termasuk debut fanficku. Makanya bahasanya masih kacau balau. Setelah sekian lama mojok di salah satu folder dan aku baca lagi ternyata hasilnya MEMALUKAN !! wkwk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s