Ficlet – The Way To Break Up

Tittle    :           [Ficlet] The Way To Break Up

Author :           Choi Heristyara

Cast     :           Cho Kyuhyun, Park Heehyo, other

Genre  :           Angst

Rate     :           PG15

Malam yang dingin, mampu membuat tubuh terbujung kaku hanya dalam hitungan jam. Namun ini tak sedingi hatiku saat ini. Berdiri mematung di depan sebuah foto seorang pria yang tengah tersenyum bahagia. Berpakaian hitam berhias pita putih di sisi kiri kepalaku. Memandang foto itu dalam diam. Aku tak bisa bergerak. Entah bagaimana bisa tubuh ini tak tak merespon semua perintahku. Aku bahkan kini seperti orang bodoh.

Dapatku dengar samar tangisan-tangisan dari banyak orang. Dapat juga kurasakan seseorang tengah memelukku dalam tangisnya. Menepuk pundakku dan memintaku untuk tabah menghadapinya. Aku masih tak dapat berbuat apa-apa. Semua terasa begitu cepat dan itu bagai mimpi buruk bagiku. Baru beberapa jam yang lalu aku bersama dengannya, tapi bagaimana bisa sekarang aku disini ? di sebuah acara pemakaman …

“Hyo-ah, kuatkan dirimu. Aku tau ini-“

“unnie, ini semua bukankah hanya sandiwara ? katakana padaku kalau ini hanya sebuah sandiwara unnie”

“Hyo-ah, Kyu.. Kyu memang sudah tidak ada. Ini bukan sandiwara Hyo”

“unnie.. kau tertipu olehnya. Ini adalah surprisenya untuk universary kami besok. Lihat, ia tersenyum”

“Hyo-ah. Kuasai dirimu. Kini.. Kyu sudah meninggal”

“unnie !! mana boleh kau berkata seperti itu ? ini semua tidak benar !!!!”

Klimaks. Tangisku pecah, pandanganku buram dan aku masih bisa merasakan pelukan hangat Ahra unnie. Tubuhku merosot perlahan disaat aku sadar, kalau ini bukan mimpi..

Ia telah pergi meninggalkanku..

Wajahnya selalu terlintas dibenakku. Tersenyum –aku baik baik saja-. Membuatku seperti orang gila yang berhalusinasi mengharapkan kehadirannya saat ini dihadapanku dan berkata “semua ini hanya mimpi, dan tak akan perah terjadi Hyo-ah. Aku selalu ada untukmu”. Segelentir Kristal bening mengalir disudut mataku. Mengungkapkan ketersiksaan batinku, bagaimana perasaanku saat ini.

Tuhan memang selalu adil kepada semua umatnya. Tak terkecuali aku.  Akan selalu memberikan segala sesuatu yang tak pernah kita bayangkan. Selalu membuatnya sama rata, antara kebahagian dan cobaan. Namun kita tidak tak tau mana diantara keduanya yang akan terlebih dahului mewarnai hidup kita. Entah kebahagiaan ataukah cobaan. Dan seperti diriku saat ini, kebahagiaan diawal. Aku selalu memanjatkan syukur kehadirat-Mu telah mengirimkan sosok sempurna sepertinya disampingku. Membiarkan Kyu mengisi hariku dan menghapus lelahku. Membiarkannya terus mengukir senyum diwajahku. Membiarkannya menjadi orang yang paling berarti dihidupku. Namun, sepertinya Kau tak merencanakan kebahagiaan itu lebih lama. Kau merampasnya dan menyisakanku seorang diri. Tuhan, kenapa Kau hanya mengambilnya seorang diri ? kenapa Kau tak membiarkan aku ikut bersamanya ?

Akankah semua ini dapatku lalui ? Tuhan, ini terlalu berat. Kau tau, ia bagai oksigen yang selalu ku hirup. Bagai jantung sebagai pusat hidupku. Bagai air yang selalu aku butuhkan. Ia sungguh berarti bagiku. Ia adalah segalanya bagiku. Ia adalah hidupku. Jika ia tiada, bagaimana denganku ?

Kyu.. Apakah disana kau merindukanku  ?

Disinilah aku sekarang. Mematung memandang sebuah kertas merah hati bersimbol hati disudutnya. Ahra unnie yang memberinya kepadaku. Ia bilang ini dari Kyu. Entah bagaimana bisa ia menulis surat disaat-saat terakhirnya.

Tanganku bergetar. Dadaku sesak. Dan pandanganku buram. Aku tak bisa membuka mulutku sekalipun hanya untuk mengucapkan terimakasih pada Ahra unnie.

“pulanglah. Baca dan hidaplah lebih baik. Ia tak akan pernah menginginkan kau seperti ini terus” Ahra unnie menepuk pundakku pelan, memberikanku semangat. Ia menuntun tubuhku berdiri dan membawaku masuk ke mobil hitamnya. Sepanjang perjalanan terasa membosankan untuknya, karena aku hanya diam dan memegang erat surat terakhir dari Kyu.

Sepeninggalan Ahra unnie, yang terlintas dibenakku hanya isi surat ini. menarik nafas dalam lalu menghembuskannya, begitu berkali-kali. Hingga aku siap untuk Membukanya dan membacanya.

 

Meskipun menyakitkan kau harus tetap berpura-pura tak terjadi apa-apa

Meski air matamu jatuh kau tahu cara menyembunyikannya

Kau simpan semua itu dalam hatimu

Kau tahu bagaimana caranya tersenyum seakan tak terjadi apa-apa

Inilah jalan kita untuk berpisah…

Hatimu menjadi redup lagi

Sesuatu yang tersisa perlahan-lahan akan mulai menghilang

Semua ini akan terhapus, semua ini akan menjadi kenangan

Kita akan melupakan satu sama lain

Hari-harimu yang tak berarti perlahan-lahan akan berlalu

Cinta antara kita seakan tak pernah ada

meski merindukanku kau tak akan pernah bisa melihatku

meski menyakitkan, inilah jalan kita untuk berpisah

mulai sekarang, kau harus terbiasa menjalani hari-harimu tanpaku

perlahan-lahan kau akan melupakanku

hanya kenangan indah yang akan kau ingat

hanya linangan air matamu mengingatkanku

hanya ada air matamu mengingatkanku

banyak kenangan bahagia yang tersisa disana

bagiku cinta adalah sesuatu yang menyakitkan

mungkin kau akan melupakanku seperti ini…

 

Park Heehyo.. atau jika boleh aku memanggilmu Cho Heehyo. Sudah lama aku memikirkan itu dan itu selalu membuatku bahagia, memikirkan kau menjadi nyonya Cho ^^

 

jangan larut dalam duka. Aku akan baik-baik saja disini. Maafkan aku..

ku mohon, kembali hidup normal seperti sedia kala. Seperti disaat aku disampingmu, juga seperti disaat kau belum mengenalku. Kau tau, dosa terbesarku adalah menutupi segalanya darimu. Menyembunyikan segalanya rapat-rapat darimu selama 5 tahun, itu bukanlah hal yang mudah. Seperti yang kau dengar, aku memang sakit. Penyakit bodoh itu terus menggerogotikku tanpa memikirkan perasaanku. Sekeras apapun aku memohon dan berdoa, ia takan berhenti merenggut hidupku perlahan. Walaupun begitu aku selalu bersyukur tidak mengidap penyakit yang dapat menghapusmu dari benakku.

Maafkan aku.. aku tak ingin kau sedih. Aku tidak ingin kau menatapku dengan tatapan kasihan dan takut. Aku tak ingin melihatmu takut akan waktu yang akan memisahkan kita. Aku tak ingin itu.

Maafkan aku.. aku tau ini menyakitkanmu. Tapi aku mohon, jangan biarkan dirimu larut dalam kesedihan. Aku akan bahagia melihatmu bahagia. Dan aku akan turut bersedih jika kau bersedih. Maka, bahagialah. Hiasi hidupmu dengan senyum. Isi harimu dengan kebahagiaan.

Aku akan selalu ada untukmu. Aku akan selalu menjagamu. Aku akan selalu mendoakan kebahagiaanmu.

Carilah pria yang jauh lebih baik dariku. Yang mampu membuatmu tersenyum dan bahagia. Aku akan marah dan mengutukmu jika kau tak mencari pria yang akan meneruskan posisiku. Arra ?

Sampai jumpa dikehidupan mendatang. Aku akan selalu mencintaimu sampai kapan pun, Cho Heehyo-ku.

Aku, Cho Kyuhyun-mu tersayang

 

berulang kali aku menyapu pipiku yang basah kuyup. Takku sadari air mataku telah menyusuri permukaan surat, membuatnya sedikit kucel dan usang.

Tuhan, bagaimana bisa kau membiarkan orang sepertinya pergi meninggalkanku ?

Sesosok pria sempurna yang pernah aku temui. Pria yang selalu memikirkan kebahagiaanku diatas kebahagiaannya sendiri. pria yang takkan pernah bisa beranjak dari pikiran dan hatiku.

Bahkan Kau mengambilnya sebelum ia sempat memanggilku dengan marga Cho.. tck~ Tuhan.. aku lelah. Untuk menangis pun kini aku lelah. Sebanyak apapun aku mengeluarkan air mataku, sekhusyu apapun aku berdoa pada-Mu, dan sekeras apapun aku protes pada-Mu, ia takkan kembali bukan ? sekalipun aku mengerahkan seluruh jiwa ragaku dan mengorbankan segalanya demi memohon pada-Mu, bukankah Kau takkan pernah mengembalikan Kyu-ku kepadaku ?

Manusia hidup bagaikan sebuah sandiwara. Dunia ini hanyalah panggung. Semuanya telah terencana dalam ‘naskah takdir’-Mu. Manusia hanya berperan, dan tidak berhak untuk merubah scenario. Hanya mengikutinya dan berharap semu. Aku telah Kau takdirkan untuk seperti ini. kehilanganya, bukankah juga sudah tertera dalam naskah takdirku ?

Hariku terus berjalan, tanpanya. Mulai meniti kembali puing hidupku yang porak poranda karena kehilangan sebuah pondasi penting dalam hidupku. Berusa kembali hidup sebagai Park Heehyo yang tidak tau apa-apa. Berusaha menyembunyikan sedih itu sendiri dan menguncinya sebagai bagian dari kenangan antara aku dan dia.

Mencerna setiap kata yang ia tulis untukku. Memahaminya dan mematuhinya. Mengikuti apa yang ia pilihkan untuk hidupku. Aku percaya, ia akan memberikan yang terbaik untukku. Ia akan menuntunku menuju kebahagian, selain kebahagiaan dengannya. ia telah membuka mataku jika kematian sekalipun takkan mampu menghapus cinta antara kami. Kematian hanya sebagai pemanis dalam hidup. Dunia ini tak kekal. Ia akan menungguku di sana, di dunia yang abadi.

Dan inilah.. jalan kita untuk berpisah….

Sampai kapanpun, rasa ini akan selalu ada untukmu dan itu tak akan pernah pudar dan terganti..

Annyeong ^^

waktu bikin ini aku lagi jatuh cinta setengah mati sama Si Evil Kyu. Dan kuping ku kecantol berat sama lagu The way to break up. Dan ini dia hasilnya😀

Comment if you read this🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s