Masa depan bukan beban

Aku belum yakin (atau bisa dibilang tidak percaya diri) namun aku terlanjur berkoar kepada orangtuaku. Mau tidak mau aku harus menepatinya. Tujuan utamaku awalnya memang untuk membanggakan kedua orangtuaku. Namun, seiring berjalannya waktu aku mulai menemukan arah hidupku. Aku seperti melihat jalan besar nan panjang namun berpenghalang. Seakan cahaya meredup hingga penghalang itu. Tidakku pungkiri, terbersit perasaan cemas untuk diriku sendiri.
Kadang lingkungan menjadi beban untukku. Namun itu JELAS pemikiran yang salah. Bagaimana bisa seseorang sukses dengan beban yang berujung pesimis sebagai pondasinya ? Dari harapan dan tekat Insya Allah, Allah akan membukakan jalan-Nya untukku.
Aku harap aku dapat menjadikan beban ini menjadi motivateku kedepan. Melihatnya dari segi positif dan mengambil segala yang positif pula. Dengan fasilitas penunjang yang sudah papa lengkapi selengkap-lengkapnya harus bisa aku manfaatkan sebaik-baiknya.
Ini real cita-citaku. Aku benar-benar menginginkannya. Walau jujur aku (lagi-lagi) merasa kurang percaya diri. Namun diluar itu aku percaya pada diriku sendiri. Akulah yang mampu mengukur kemampuan diriku. Akulah yang tau seberapa batas kemampuanku. Dan Insya Allah aku akan terus maju.
Masa depan bukanlah beban, namun itu adalah angan…
Terbelenggu dalam ketakutan pesimisme atau ketidak percaya dirian hanya akan membuatku semakin terpuruk dan terpuruk.

I hope you’ll proud to me, Mom Dad …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s