PIDATO : Akreditas Sekolah

Assalamualaikum Wr.Wb

Yang terhormat ibu Munikah selaku guru pembimbing pelajaran bahasa Indonesia

Serta teman-teman yang berbahagia.

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan nikmat-Nya sehingga kita dapat berkumpul dihari ini dalam keadaan sehat walafiat. Salawat serta salam kita panjatkan kehadirat Nabi besar Muhammad SAW beserta keluarga, kerabat dan semua pengikutnnya.

Sebelumnya saya ucapkan terimakasih kepada pembawa acara yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk berpidato disini. Terimakasih juga kepada hadirin atas kesediaannya.

Perkenalkan nama saya Rayi Heristyara dari kelas XII IPA 3 yang mana pada kesempatan hari ini ingin menyampaikan sebuah pidato dengan tema SMA Negeri 1 Rantau yang berjudul layakkan akreditas A untuk SMAN 1 Rantau ?

Teman-teman yang saya banggakan, kata sekolah berasal dari bahasa latin yaitu Scola yang berarti waktu luang. Sekolah sendiri merupakan sebuah lembaga yang direncanakan untuk pengajaran siswa/murid dibawah pengawasan guru.

Setiap sekolah memiliki akreditasnya masing-masing sesuai dengan kualitas sekolah tersebut. Seperti contohnya SMA Negeri 1 Rantau yang kita cintai ini yang berakreditas A. Sekedar memperjelas, bahwa tidak mudah untuk memperoleh akreditas A. Memerlukan penilaian ketat dari Badan Akreditas Sekolah (BAS) dari tingkat kabupaten hingga nasional dengan prinsip-prinsipnya yang ketat.

Saya sebagai salah satu murid yang menimba ilmu di SMA ini, jujur sedikit kecewa melihat keadaan sekolah ini. Sebagai pemegang akreditas A sekolah ini masih jauh dari sekolah impian murid. Kenapa ? kalian bisa lihat sendiri keadaan sekolah ini. Mulai dari fisik sekolah ini, bangunan sekolah ini sudah selayaknya mendapat sentuhan baru. Seperti ruang kelas yang terlihat rapuh dan tidak menarik, juga wc yang sangat tidak memenuhi standar. Selain itu banyak properti-properti sekolah yang kurang layak pakai, seperti meja dan kursi yang reot, jendela kelas yang tidak berkaca, juga papan tulis yang sudah tua. Sebenarnya pada sekolah-sekolah yang maju dan berkembang, penggunaan papan tulis sudah ditinggalkan dan digantikan dengan LCD. Ini bertujuan untuk mengikuti perkembangan zaman. Jika kita tidak mengikuti perkembangan zaman maka kita hanya akan jalan ditempat dan semakin tertinggal.

Terlepas dari segi fisikly, bahkan fasilitas penunjang pelajaran yang bisa diibaratkan seperti suplemen untuk murid pun sangat minim. Kalian bisa lihat, laboratorium biologi dan laboratorium bahasa yang seharusnya digunakan untuk menunjang pembelajaran kini berubah fungsi menjadi ruang belajar. Jadi bagaimana murid melakuakan penelitian, percobaan dan praktik lainnya ? padahal belajar tidak hanya berdasar pada teori. Sebuah teori memerlukan pembuktian melalui penelitian. Hal ini menghambat proses belajar-mengajar. Sehingga hasilnya murid tidak belajar dengan maksimal. Laboratorium kimia, kini juga sudah disulap menjadi ruang kantor guru. Ya walau kita tahu sebelumnya kalau setahun yang lalu sekolah kita ditimpa musibah kebakaran, tapi alangkah baiknya jika solusinya tidak mengganggu fasilitas sekolah. Ini terkesan mengorbankan anak murid. Juga ada laboratorium komputer sebagai satu-satunya laboratorium yang masih tersisa pun tidak lepas dari kekurangan. Apakah kalian belajar menggunakan komputer ? begitu banyak komputer yang ‘nganggur’ berserakan dilaboratorium. Padahal banyak komputer yang masih baru namun terbengkalai. Namun karena tidak adanya perawatan membuat semuanya terbangkalai dan akhirnya rusak. Sungguh disayangkan.

Untuk memperoleh akreditas, suatu sekolah tidak hanya dinilai dari tingkat persentase kelulusan muridnya juga sarana dan prasarana sekolah. Tetapi juga dari proses pembelajarannya. Menurut kacamata saya, proses pembelajaran disekolah ini belum optimal. Hanya sebagian guru dengan disiplin yang tinggi yang mampu membuat anak murid nyaman dan senang saat belajar. Dengan sistem belajar-mengajar yang efektif dan tidak berbelit-belit membuat anak murid dapat dengan mudah mencerna ilmu yang disampaikan. Bagaimana sisanya ? ya, ada yang tingkat disiplin yang tergolong masih rendah, sistem pengajaran yang kurang efektif dan berbelit-belit, emosional, bahkan tidak sportif.

Bukankah guru itu tempat untuk murid bertanya, mengadu, berbagi dan berharap ?

Saya pernah mendengar sebuah perumpamaan yang berbunyi “Jika pada bagian ikan itu bagian kepalah yang cepat membusuk”. Sebuah negara akan bertumpu pada tongkat kepemimpinan seorang presiden. Begitu pula sekolah. Sebuah sekolah akan berjalan dibawah kepemimpinan seorang kepala sekolah. SMA Negeri 1 Rantau ini semakin tahun semakin mengalami kemerosotan kualitas atau mutunya. Dan semua ini tidak lepas dari andil seorang kepala sekolah. Seorang kepala sekolah haruslah memikirkan kesejahteraan murid dan guru, berfikiran memajukan seekolahnya, bersifat bijaksana dalam mengambil keputusan, berani mengambil resiko demi kemajuan sekolah, berani bertanggung jawab, disiplin, tegas, adil bersih dan transparan.

Sudah selayaknya kita berubah. Mengembalikan kejayaan SMA Negeri 1 Rantau yang dulu pernah bejaya. Unggul dari segi prestasi, fasilitas juga ekstrakulikuler. SMA kita seperti kehilangan jati dirinya. Jadi layakkan akreditas A yang disematkan pada SMA ini ?

 


1)      Kami ingin bersekolah

Disekolah berkualitas

Bukan sekedar predikat

Predikat tak berdasar

Tapi tak ada sarana

Penuh kekurangan

TERIAK ! WOY ! TERIAK ! WOY !

Berikan hak kami

 

2)      Kami ingin belajar

Demi menghadapi UAN

Dan lanjut kuliah

Demi cita-cita

Sekolah tak mendukung

Murid pun jadi bingung

TERIAK ! HEY ! TERIAK ! HEY !

Ibu bantu kami (nada : naik becak)


Kesimpulan dari pidato saya hari ini adalah :

  1. SMA Negeri 1 Rantau yang berakreditas A mengecewakan murid
  2. SMA Negeri 1 Rantau mengalami penurunan kualitas pendidikannya
  3. Berbagai sarana prasarana tidak tersedia, menghambat proses belajar-mengajar
  4. Sebagai pemimpin, kepala sekolah bertanggung jawab atas penurunan kualitas sekolah.

 

Karenanya kepada teman-teman sekalian, marilah kita berusaha semaksimal mungkin walau dengan segala keterbatasan yang ada ini. kita sebagai murid tidak ada salahnya memperjuangkan hak kita untuk mendapatkan pendidikan yang layak sesuai yang tercantum dalam undang-undang hak atas pendidikan pasal 28 C yang berbunyi “setiap orang berhak mengembangkan diri melalui kebetuhan dasarnya, berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya, demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan manusia”.

Sekian pidato yang dapat saya sampaikan. Maaf jjika ada kata-kata yang kurang berkenan. Kesempurnaan hanya milik Allah SWT dan kekurangan itu hanya ada pada manusia.

 

Wassalamualaikum Wr.Wb

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s