Ficlet – Let U Go

let u goTitle    :           Let You Go

Leght  :           Ficlet

Rating :          G

Cast    :           Park Heehyo & Lee Donghae

Genre :           Angst

 

Air mataku terus mengalir. Bahkan kemeja putih ini basah karenanya. Berkali kali aku berusaha untuk menyekanya namun semua itu terasa percuma. Mereka tak terkontrol. Tubuhku mengkaku menghadapinya. Rasanya sebuah pukulan keras menghantam ulu hatiku. Berkali-kali aku berusaha untuk menenangkan diri, berusaha mengontrol pikiranku dan mengambil alih kembali kesadaranku. Namun apa yang kulihat kini selalu saja membuatku seperti orang gila.

Ia tersenyum dalam video itu. Senyum lembut dengan mata sendu khasnya. Rasanya itu sungguh menyayat hatiku. Lee donghae. Dengan kemeja putih berbalut jas hitam legamnya terlihat bahagia tampil diatas panggung. Mungkin harusnya ini adalah berita baik untukku karena aku dapat melihatnya tersenyum seperti biasa dan itu artinya ia baik-baik saja. Tapi rasanya saat ini aku ingin mengutuk diriku sendiri atas semua yang telah terjadi.

Aku baru saja memutuskannya beberapa jam yang lalu. Ya, aku memutuskan seorang lee donghae. Pria tampan idaman semua wanita, baik sebagai idola, kekasih bahkan menantu oleh ibu-ibu korea. Dan sekarang aku melihatnya tampil di sebuah acara music masih dengan senyumnya yang seperti biasa. Aku senang karena ia baik-baik saja. Namun segelintir perih mengganjal perasaanku, sebegitu cepatnya kah dirinya melupakanku ? Apakah itu artinya aku tidak berarti untuknya ? Ah~ seharusnya aku tau itu. Aku hanya seorang Park Heehyo, pelajar ingusan yang sungguh tak layak mencintai dan dicintai (mungkin?) seorang pria berperawakan mendekati sempurna sepertinya. Bukankah begitu ?

Aku sudah tidak sanggup lagi melihatnya. Aku lebih memilih mengasingkan diriku di perpustakaan dan mengalihkan pikiranku dengan buku. Namun lagi-lagi penyesalan itu datang. Perasaan yang selalu membuatku merutuki diriku sendiri. Aku hanya bisa memusatkan mataku pada buku dihadapanku, tanpa pikiran dan perasaanku yang berkecamuk. Aku menutup buku setebal kurang lebih 10 cm itu frustasi dan memilih melarikan diri ke taman belakang sekolah. Disini sepi…

Bukankah aku seharusnya yang baik-baik saja ? Bukankah seharusnya aku menjalani hari-hariku dengan perasaan lega setelah melepasnya ? Tapi kenapa semuanya begini ? Mengapa aku terbelenggu dengan perasaanku sendiri ? Mengapa aku yang sangat merasa kehilangan ? Dan kenapa dengan bodohnya air mata sialan ini tak kunjung berhenti setiap kali aku memikirkannya ? Bahkan saat aku melihat wujud tak nyatanya ? Inikah yag harus aku terima atas apa yang telah aku perbuat ?

Aku harus melepaskanmu. Aku tak bisa terus membiarkanmu berada disisiku. Tak seharusnya kau mencintaiku dan dicintai oleh aku. Kau bahkan mampu mendapatkan 1000x yang lebih baik dariku. Maka, inilah akhirnya. Aku pergi meninggalkanmu. Bukan, aku terpakasa pergi meninggalkanmu. Setengah hati aku melepasmu. Membiarkanmu pergi bersama cintamu. Membiarkanmu pergi meninggalkanku dan melupakan segala angan kita.

Egoiskah aku ?

Inilah cara kita untuk berpisah. Aku tak bisa membiarkanmu lebih lama berada disisiku dan membiarkanmu merenggut semua cintaku. Membiarkanmu terus menghisap senyum yang terus terukir karenamu dan untukmu. Membiarkanmu membuatku terjatuh semakin dalam dan dalam kedalam cintamu. Membuatku terus dan semakin terjerat oleh pesonamu. Membuatku selalu takut kehilanganmu dan kehilangan cintamu. Aku tak bisa membiarkanmu terus menghantui pikiranku. Aku lelah… aku lelah karena terlalu banyak menampung cinta untukmu. Tak ada kata yang dapat melukiskan banyaknya cintaku untukmu. Semuanya hanya untukmu, Lee Donghae.

Sempat terpikir olehku kalau ini akan menyakitimu sama halnya yang menyakitiku. Tapi aku tau sekarang.. Kau tak akan terluka hanya karena hal sekecil ini. Aku hanya debu diantara pasir digenggamanmu. Kehilangaku bukanlah sesuatu yang perlu kau khawatirkan. Aku tau itu..

Mencintaimu adalah kewajiban untukku. Melihatmu bagai candu dalam jiwaku. Memikirkanmu sebuah rutinitas di hidupku. Bodohnya aku yang masih bingung dengan bagaimana hidupku setelah melepasmu. Bagaimana aku bisa bertahan tanpanya ? Bagaimana aku bisa bernafas tanpa dirinya oksigenku ? Bagaimana bisa aku terus bertahan tanpa dirinya penyemangatku ? Bagaimana aku bisa terus berdiri tanpanya sandaranku ?

Lee Donghae.. Aku menyerah. Dan aku memilih untuk melepasmu, membiarkanmu pergi meninggalakanku. Menjadi kekasihmu sungguh menyenangkan sekaligus luka untukku. Memilikimu sungguh sulit dan mempertahankanmu itu sungguh lebih sulit dan berat. Bagaimana aku bisa terus membuatmu disisiku ? Aku hanya manusia biasa oppa.. Dan aku hanya seorang wanita yang lelah karena terlalu mencintaimu. Mencintaimu sudah mendarah daging dijiwaku. Mencintaimu sudah menyebar keseluruh tubuhku memalalui pembuluh darahku. Dan rasanya mencintai tanpa memiliki adalah solusi terbaik untukku. Sekalipun aku harus tercabik-cabik karenanya. Aku relakan itu, demi dirimu Lee Donghae….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s