Ficlet – Black and White

image

Title        : Black and White
Length    : Ficlet
Cast        : Park Heehyo as hitam, Cho Kyuhyun as Putih
Genre      : AU
Rating     : G

Aku mendefinisikan diriku sebagai warna hitam. Hitam yang kuat, tangguh dan tegar. Hitam yang mampu berdiri tanpa harus berpegangan kepada orang lain. Hitam namun tak pekat. Karena aku juga memiliki sisi yang tak dimiliki kaum hitam yang pekat dan sejati lainnya. Sejujurnya aku mengelak, tapi kenyataannya pink tersimpan disalah satu sudut didiriku. Pink yang lemah dan tak bisa sendiri. Pink yang selalu mengharapkan sebuah kasih sayang dan perhatian yang lebih. Karena itu aku benci pink. Lemah dan terkesan tak berdaya. Dan kenyataannya sekarang aku tak berdaya menemukan dimana pink itu berdomisili hingga aku tak dapat mengusirnya. Itu sangat menyebalkan.

Hitam yang tak pernah lepas dari putih. Hitam yang selalu berbanding terbalik dengan putih. Putih yang selalu menjadi perhatian hitam, dan hitam yang selalu ada dimata putih. Hitam yang selalu mengharapkan kesempurnaan dan putih yang selalu berserah pada takdir, mengikuti arus yang mengalir dan angin yang berhembus. Putih yang selalu menganggap dirinya lemah, yang pada kenyataannya merupakan campuran dari semua warna dan karena itu putih adalah warna. Kau adalah warna. Kau yang putih, kau yang memantulkan semua warna dari spektrum cahaya yang dapat terlihat oleh mata. Sedangkan aku ? Hitam bukan warna. Hitam yang menyerap semua warna dari spektrum cahaya yang dapat terlihat oleh mata. Itulah yang dikatakan oleh para fisikawan diseluruh dunia.

Hitam, bukan penakut ataupun pengecut. Tapi kenyataannya hitam tak seberani Merah. Dan kau Putih, kau tenang tapi tak setenang biru. Kita bertentangan. Hitam dan putih. Tapi tidakkah kau sadari kalau kita bisa saling melengkapi ?

Hitam bukan warna dasar. Dan putih juga bukan warna dasar. Apa jika bukan warna dasar tidak bisa mempelopori ? Iya untukku. Tapi aku berharap jawaban tidak darimu. Kau mengerti mauku, Putih ?

Hitam jelas berbeda dengan pink (walau aku memiliki sisi pink yang begitu kecil kadarnya). Pink yang begitu patuh, lembut, dan dapat dengan mudah mengekpresikan rasa sayangnya. Aku bukan pink! Aku hitam. Hitam yang selalu menyembunyikan segala perasaannya dibalik gelapnya. Aku tak bisa mengumbar rasa seperti pink, kuning, atau sepertimu, Putih.

Aku mungkin diam. Diam itulah caraku memahami perasaanku. Aku tak peduli dimatamu, tapi kenyataannya tak sepenuhnya begitu. Putih, apakah kau pernah memahami kata-kataku dulu, kalau tak selamanya yang kau pikirkan itu benar dan bahkan tak selama yang kau dengar itu benar ? Seharusnya kau memahami itu, Putih. Itu adalah kata-kata yang dulu aku buat dan aku gunakan untuk menghibur diriku saat aku hampir jatuh. Dan sekarang, aku benar-benar jatuh. Hitam yang kokoh kini mulai kehilangan jati dirinya. Mulai kehilangan sisi kuasanya. Tapi sayangnya, putih tak memahami itu. Putih tak memahami hitam. Dan hitam mulai mengubur segala asanya.

Apa jadinya ketika hitam dan putih bersatu ?
Tapi, aku rasa putih takan pernah berani untuk melakukan itu. Putih bukan merah, seperti halnya aku yang bukan merah. Takan mempelopori, takan memulai dan takan mengadakan perubahan. Mungkin itu yang hitam pikirkan tentang putih hingga detik ini. Putih ia takan pernah berani mengambil resiko. Putih tak seberani Hitam. Dan putih hanya akan selalu berdiam diri memandang masa depan. Hanya menatap tanpa action.
Apa sebenarnya yang terjadi anatara hitam dan putih ? Hitam menggeleng lalu menunduk. Tak mengerti.

Hitam tak bisa menunggu lama. Mungkin saat ini ada abu-abu dihadapan hitam. Dan putih yang jauh diseberang hanya menatap lalu berbalik. Tak peduli. Hitam mengepal tangannya erat. Hitam takan pernah membuat sayap abu-abu patah untuk kesekian kalinya hanya demi putih yang coward. Baginya, putih tak lebih dari coward that giver of false hope.
Tapi hitam masih saja menunggu, sebentar. Hanya sebentar. Menunggu demi meyakinkan hatiku apakah benar apa yang aku pikirkan. Sekaligus memendam harap dalam hati. Harapan pada putih, menanti action-nya.

Hitam – Putih atau Hitam – abu-abu …. ?

Nb : hi, Rayi is back with a ficlet! Bukan ff, cuman sekedar ficlet iseng dan asal ketik. Tadi abis baca di blognya Nisa, dan aku terinspirasi buat nulis lagi. Dan lahirlah black and white.
Entah ini bakal jadi series atau cuman sampai sini.
Bagaimana pendapat reader(s) ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s