Ficlet – Black and White “Rain…”

black-and-white-hand-rain-Favim.com-418224—————-

Akhirnya, bisa nulis lagi. Kangen nulis black and white. Rasanya cerita itu udah banyak yang numpuk dikepala dan minta buat dikeluarkan. Happy reading aja deh~

—————

Title     : Black and White “Rain…”

Length : Ficlet

Cast     : Park Heehyo as hitam, Cho Kyuhyun as Putih

Genre   : AU

Rating  : G

Langit mulai memudar. Deru angin seakan mendampingi perjalananku siang ini. Suasana jalan ramai,  terjadi kemacetan kecil dititik-titik tertentu. Cuaca telah berhasil menipu orang-orang, sama seperti halnya aku. Hanya saja mereka sepertinya tak menyukai keadaan ini. Mereka terlihat tergesa-gesa membalap satu sama lain, berpacu dengan gelapnya awan disiang bolong diatas sana. Sedangkan aku, memacu motorku dengan kecepatan minim, 30 km/jam. Aku menikmati suasana seperti ini. Aku suka ketika awan hitam melindungiku dari jahatnya sinar mentari, ketika angin semilir menenangkan pikiranku, dan ketika langit runtuh seakan mendekap tubuh ringkuhku. Aku menyukai semuanya.

Disaat seperti ini lah aku merasa kesepian, aku membutuhkan kehadiranmu. Aku butuh dekapanmu seperti halnya dekapan awan hitam itu. Tapi aku menyadari kenyataan kita saat ini, kau tak disampingku. Ya ya, kembali kesabaranku diuji oleh jarak dan waktu.“Menjalani rutinitas seorang diri bukanlah hal yang buruk”. Kembali aku berdusta dengan hatiku. Membuat sebuah senyum simpul dengan mata sendu yang tak bisa berbohong.

Gerimis. Aku membuka kaca helmku perlahan. Menikmati setiap bulir-bulir kecil hujan menyentuh permukaan wajahku lembut. Melewati jalan yang dulu pernah kita lewati bersama, sebelum kepergianmu. Aku tak kuasa menahan senyumku. Aku benar-benar merindukanmu…

Hujan. Hujan datang. “Tapi mengapa kau tak kunjung datang seperti halnya hujan?” Baiklah, ini pertanyaan bodoh yang tentu sudah aku ketahui jawabannya. Hujan tau betapa aku merindukanmu, dan berusaha menghentikan khayalku tentangmu. Hujan bertambah deras dengan diameter bulirnya semakin besar. Menimbulkan rasa pedih saat kontak dengan kulit wajahku. Pilu rasanya. Aku menutup kaca helm namun masih memacu lamban motor biruku. Aku membiarkan hujan membasahi pakaian dan rok jeansku walau aku tau jika setelah ini masih ada kuliah sore. Aku menyukai hujan disiang hari dan memutuskan untuk memintanya untuk menemaniku pulang, dan menganggapnya adalah dirimu.

Dan benar saja, saat ini aku basah kuyup. Melepaskan pakaianku satu demi satu dan membiarkannya tergantung bebas bersama angin yang hujan bawa. Kini aku duduk manis didepan laptop dengan segelas coklat panas dan menulis ini semua. Berharap kau ada didepanku dan dapat mengatakan semua ini secara langsung kepadamu, tanpa perantara tanpa alat bantu dan tanpa ada batas. Tapi, lagi-lagi aku sadar, kau jauh.

Putih, aku sangat merindukanmu…

Terimaksih karena kau telah mau kembali kepadaku walau dengan kondisi yang seperti saat ini. Tapi aku menikmatinya. Asal selamanya hitam dan putih bersama.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s